Baca Juga: Ratusan Warga Binaan Rutan Tangerang Buka Puasa bareng Keluarga
Rasulullah Saw. dan pasukannya kemudian berjalan menuju sumber air terdekat dari Badar dan berhenti di sana.
Al-Habbab bin Al-Mundzir berkata, "Wahai Rasulullah, apakah ini wahyu yang Allah turunkan kepadamu agar engkau jangan maju dan mundur darinya (berdiam di tempat), atau sekadar pendapat, siasat perang, dan strategi?" Rasulullah Saw. menjawab, "Tidak, ini adalah sekadar pendapat, siasat perang, dan strategi."
Al-Habbab bin Al-Mundzir kemudian mengusulkan supaya pasukan berpindah ke tempat yang lebih strategis sehingga memungkinkan kaum Muslim memutus sumber mata air Badar dari pihak musyrik. Usulan itu diterima, dan Rasulullah bersama para sahabat berpindah ke lokasi yang disarankan.
Sa’d bin Mu’adz kemudian mengusulkan didirikannya arisy atau tenda bagi Rasulullah Saw. di belakang barisan pasukan.
Apabila Allah memberikan kemenangan, itulah yang diharapkan. Namun jika tidak, Rasulullah dapat kembali ke Madinah.
Melihat ketimpangan itu, Nabi Muhammad SAW memanjatkan doa penuh harap. “Ya Allah, jika pasukan ini binasa, maka tidak akan ada lagi yang menyembah-Mu di muka bumi,” demikian doa beliau yang diriwayatkan oleh Muslim dan Ahmad, termasuk dalam berbagai sumber sirah.
Al-Qur’an kemudian merekam peristiwa ini dalam Surah Ali Imran ayat 123–126 serta Surah Al-Anfal ayat 9–10, yang menyebut turunnya bantuan malaikat sebagai penguat hati kaum beriman. “Sesungguhnya Allah telah menolong kamu dalam Perang Badar, padahal kamu dalam keadaan lemah,” bunyi salah satu ayat tersebut.
Pertempuran diawali duel satu lawan satu yang mempertemukan Hamzah bin Abdul Muttalib, Ali bin Abi Thalib, dan Ubaidah bin Al-Harith melawan tiga tokoh Quraisy, yakni Utbah, Syaibah, dan Walid bin Utbah.
Kemenangan kaum Muslimin dalam duel pembuka mengguncang moral pasukan Quraisy sebelum pertempuran besar meletus.
Formasi pasukan ldisusun rapat dan disiplin, sementara serangan diawali dengan hujan anak panah sebelum pertempuran jarak dekat dimulai.
Hingga tengah hari, sekitar 70 pasukan Quraisy tewas termasuk Abu Jahal, dan 70 lainnya ditawan.
