Iran memiliki garis pantai panjang di sisi utara Selat Hormuz dan mengendalikan sejumlah pulau strategis seperti Pulau Hormuz, Qeshm, dan Larak. Jalur pelayaran internasional pun berada dalam batas teritorial Iran dan Oman, sehingga memberikan pengaruh besar terhadap lalu lintas kapal.
Meski Iran akan ikut terdampak secara ekonomi jika selat ditutup, negara tersebut telah lama mengalokasikan sumber daya militer untuk memastikan kemampuan mengendalikan atau bahkan menutup jalur tersebut bila dianggap perlu.
Penutupan ini dipastikan memicu gejolak pasar energi dan menambah ketidakpastian di kawasan Timur Tengah. Negara-negara importir minyak kemungkinan mencari jalur alternatif, meskipun kapasitas luar Selat Hormuz masih sangat terbatas.
Dengan memahami latar belakang geopolitik, hukum laut, dan posisinya dalam perekonomian global, dapat disimpulkan bahwa persoalan “Selat Hormuz milik siapa?” jauh lebih kompleks daripada sekadar klaim kepemilikan. Jalur ini berada dalam wilayah Iran dan Oman, namun penggunaannya menyangkut stabilitas ekonomi global.
