Sementara itu, Plt. Direktur Bina Peran Serta Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN Dr. Yuni Hastutiningsih mengatakan, program Genting berfokus pada keluarga berisiko stunting, khususnya dari kelompok ekonomi desil 1 hingga 3. Berdasarkan penelitian, hampir 50 persen prevalensi stunting berasal dari keluarga tidak mampu.
Ia menjelaskan, gerakan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, kualitas generasi masa depan harus dipersiapkan sejak sekarang karena anak-anak yang akan produktif pada 2045 sedang berada pada fase tumbuh kembang saat ini. “Generasi emas tidak bisa hadir tiba-tiba, harus dipersiapkan sejak dini. Makanya gerakan ini harus kita masifkan dari sekarang," ujar Yuni.
Ia juga mengajak dunia usaha dan masyarakat luas untuk ikut terlibat. “Selama ini kita menunggu CSR perusahaan, tapi belum merata. Sekarang saatnya masyarakat yang mampu menjadi orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting. Kepedulian kolektif ini yang akan mempercepat penurunan angka stunting,” ucap Yuni.
Menjaga tunas bangsa lewat pencegahan stunting bisa dimulai dari langkah kecil yang kita tempuh dengan sedekah.
Untuk turut serta membantu mengatasi stunting lewat layanan sedekah Baznas, Anda bisa mengunjungi laman resmi atau kontak layanan Baznas.
