Potensi Donasi RI Baru Terserap 40 Persen, Baznas Himpun Rp 1,3 Triliun

Kamis 29 Jan 2026, 19:31 WIB
IFI gelar Indonesia Fundraising Award (IFA) 2025 di kawasan Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. (Sumber: Poskota/Giffar Rivana)

IFI gelar Indonesia Fundraising Award (IFA) 2025 di kawasan Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. (Sumber: Poskota/Giffar Rivana)

BABAKAN MADANG, POSKOTA.CO.ID – Potensi donasi di Indonesia dinilai masih sangat besar, namun baru sekitar 40 persen yang berhasil dihimpun.

Salah satu penghimpun terbesar, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, mencatat pengumpulan dana mencapai Rp 1,3 triliun. Kondisi ini mendorong penguatan tata kelola dan profesionalisme lembaga penggalangan dana di Tanah Air.

Institut Fundraising Indonesia (IFI) menegaskan komitmennya untuk mendampingi lembaga filantropi melalui berbagai program, salah satunya Indonesia Fundraising Award (IFA) 2025 yang digelar di Lorin Hotel Sentul, Babakan Madang, Selasa, 27 Januari 2026. Ajang ini menghadirkan 45 kategori penghargaan dan tujuh anugerah utama.

Penghargaan mencakup klaster zakat, infak dan sedekah, wakaf, program sosial, kemanusiaan, korporasi, platform digital, inovasi, metode fundraising, hingga kategori khusus Flourishing Future sebagai refleksi keberlanjutan gerakan filantropi Indonesia.

Baca Juga: Melalui BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Bekasi Salurkan Bantuan Kemanusiaan Bencana Sumatra Rp459 Juta

Pembina IFI, Arifin Purwakananta, mengatakan penghargaan diberikan kepada lembaga fundraising yang dinilai berkontribusi besar dalam penggalangan dana kemanusiaan.

“Harapannya, ini menjadi semangat bagi fundraising sebagai profesi agar menjadi tumbuh berkembang dan menjadi profesi yang sejajar dengan profesi lainnya,” ungkapnya, seperti dikutip Kamis 29 Januari 2026.

Menurut Arifin, pesatnya pertumbuhan lembaga filantropi di Indonesia dipengaruhi oleh dukungan pemerintah dan tingginya budaya kedermawanan masyarakat.

“Ini yang saya kira sebuah keadaan yang perlu kita syukuri, karena memang negara di Asia Tenggara, tidak semua kegiatan donasi mendapat dukungan yang cukup dari pemerintahnya,” ungkap mantan Direktur Utama Baznas RI itu.

IFA 2025 digelar sebagai ajang apresiasi nasional bagi lembaga dan insan fundraising yang dinilai memiliki kinerja unggul, tata kelola yang amanah, serta komitmen berkelanjutan dalam menghadirkan dampak sosial.

Proses seleksi dilakukan secara kredibel dan independen dengan melibatkan dewan juri lintas bidang, yakni Rini Supri Hartanti, Urip Budiarto, Surya Rahman, dan Sri Sugiyanti.


Berita Terkait


News Update