POSKOTA.CO.ID - Di antara berbagai ibadah yang menjadi ciri khas Ramadhan, salat Tarawih menempati posisi istimewa.
Ibadah sunah yang hanya dikerjakan pada malam-malam Ramadhan ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum spiritual yang sarat makna dan ganjaran pahala.
Namun, tak sedikit yang belum sepenuhnya memahami keutamaan dan rahasia pahala salat Tarawih di bulan Ramadhan.
Sebagian jamaah menjalankannya sebatas rutinitas, bahkan ada yang memilih pulang lebih awal sebelum imam menyelesaikan rakaat dan witir.
Lantas, apa saja keutamaan yang dimaksud dan pahala seperti apa yang dijanjikan? Penjelasan berikut akan mengulasnya secara lebih mendalam.
Baca Juga: Penyebab Akun TikTok Vilmei Dibanned Permanen Apa? Ini Kronologi dan Fakta yang Terungkap
Pahala Salat Tarawih
Dilansir Poskota dari kanal YouTube The Dakwah Indonesia, berikut adalah lima keistimewaan salat tarawih di bulan Ramadhan yang kerap luput disadari menurut Ustadz Hanan Attaki.
1. Pengampunan Dosa yang Telah Lalu
Keutamaan paling utama dari salat tarawih adalah diampuninya dosa-dosa yang telah lalu.
Hal ini merujuk pada sabda Rasulullah SAW bahwa siapa saja yang melaksanakan qiyam Ramadan dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang terdahulu akan diampuni.
Menurut Ustadz Hanan Attaki, syarat “iman dan mengharap pahala” menjadi kunci.
Artinya, tarawih tidak sekadar dijalankan karena kebiasaan atau tekanan sosial, melainkan keyakinan penuh terhadap janji Allah serta niat tulus mencari ridha-Nya. Ketika dua hal ini terpenuhi, salat tarawih menjadi jalan penghapus dosa.
2. Dicatat Seperti Salat Semalam Penuh
Keistimewaan berikutnya adalah pahala seperti salat semalam suntuk. Dalam hadits disebutkan bahwa siapa yang salat bersama imam hingga selesai, maka ia dicatat seperti melaksanakan qiyamul lail sepanjang malam.
Hal ini, menurut Ustadz Hanan Attaki, menunjukkan betapa besar rahmat Allah kepada hamba-Nya.
Meski secara fisik hanya berdiri dalam waktu tertentu, misalnya delapan atau 20 rakaat, ganjaran yang diberikan setara dengan ibadah semalam penuh.
Karena itu, ia mengingatkan pentingnya mengikuti tarawih hingga selesai, termasuk witir.
Baca Juga: Apa Itu Status PTKP? Ini Arti K3, K0, TK0, HB hingga K2 yang Wajib Diketahui Pekerja
3. Peluang Dibebaskan dari Api Neraka
Keutamaan lain yang tak kalah besar adalah peluang terbebas dari api neraka. Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa setiap malam Ramadan, Allah SWT membebaskan hamba-hamba-Nya dari siksa neraka.
Salat tarawih menjadi salah satu amalan yang mengantarkan seorang muslim masuk dalam golongan tersebut.
Hanan Attaki menyebut, tidak ada seorang pun yang mengetahui apakah namanya termasuk dalam daftar yang dibebaskan.
Oleh karenanya, konsistensi menghidupkan malam Ramadan menjadi bentuk ikhtiar agar tidak melewatkan kesempatan emas ini.
4. Meningkatkan Derajat dan Kedekatan dengan Allah
Salat malam, termasuk tarawih, dikenal sebagai ibadah yang memiliki kedudukan istimewa.
Di waktu inilah suasana lebih tenang, hati lebih mudah khusyuk, dan doa lebih tulus dipanjatkan.
Dalam penjelasannya, Hanan Attaki menekankan bahwa tarawih bukan hanya tentang jumlah rakaat, melainkan tentang kualitas hubungan dengan Allah.
Setiap ayat yang dibaca, setiap doa yang dipanjatkan, dan setiap sujud yang dilakukan menjadi sarana mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Kedekatan tersebut yang pada akhirnya mengangkat derajat seorang hamba di sisi-Nya.
5. Menghidupkan Hati dan Rumah dengan Cahaya Ibadah
Keutamaan terakhir yang sering terlewat adalah dampak spiritualnya terhadap hati dan lingkungan sekitar.
Rumah yang dihidupkan dengan salat dan tilawah tidak akan terasa sunyi secara ruhani.
Rasulullah SAW bahkan mengingatkan agar rumah tidak dijadikan seperti kuburan, yakni tempat yang sepi dari ibadah.
Tarawih yang dilakukan secara berjamaah di masjid maupun bersama keluarga di rumah dapat menjadi sarana mempererat ukhuwah sekaligus membangun atmosfer ibadah.
Bagi Hanan Attaki, inilah salah satu makna terdalam Ramadan: menghadirkan cahaya di hati dan dalam kehidupan sehari-hari.
Salat tarawih sejatinya bukan beban, melainkan kesempatan. Kesempatan untuk diampuni, dinaikkan derajatnya, dicatat seperti beribadah semalam penuh, hingga berpeluang dibebaskan dari api neraka.