JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Gubernur Jakarta, Pramono Anung angkat bicara terkait dugaan Taman Hutan Kota Cawang yang disebut kerap disalahgunakan jadi lokasi tindak asusila sejumlah lelaki sesama jenis.
Pramono mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti dugaan penyimpangan yang terjadi di wilayah Ibu Kota tersebut.
"Ya kalau memang itu betul informasinya, saya segera tindak lanjuti," ujar Pramono di Jakarta Selatan, Sabtu, 28 Februari 2026.
Sebagai langkah awal, Pramono telah meminta pihak Satpol PP DKI Jakarta untuk memperketat pengawasan taman-taman kota sebagai langkah antisipasi aktivitas asusila.
Baca Juga: Kecelakaan di Gunung Sahari Jakpus, Taksi Listrik Green Tabrak Angkot hingga Sepeda Motor
Menurutnya, tidak ada tolerasi bagi siapa pun yang menyalahgunakan fasilitas publik, apalagi digunakan untuk kegiatan menyimpang.
"Saya akan meminta pada Satpol PP untuk membersihkan. Jakarta enggak boleh ada ruang tempat-tempat seperti itu," ucap Pramono.
Kemudian, pihaknya juga akan segera memasang kamera pengawas atau CCTV di setiap lokasi taman yang tersebar di wilayah Jakarta untuk memudahkan pemantauan.
"Semuanya akan kita perlakukan ya. Termasuk nanti kami akan pasang CCTV untuk itu," kata Pramono.
Baca Juga: Taman Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Asusila Lelaki Sesama Jenis, Sering Ditemukan Alat Kontrasepsi
Diberitakan sebelumnya, Taman Hutan Kota Cawang di Jakarta Timur diduga kerap disalahgunakan sebagai lokasi tindakan asusila oleh sejumlah lelaki sesama jenis, terutama pada malam hingga dini hari saat kondisi kawasan relatif sepi.
Aktivitas tersebut disebut memanfaatkan area taman yang tertutup, minim penerangan, dan sejatinya tidak dibuka untuk umum sehingga luput dari pengawasan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, taman yang berada di sekitar Halte Cawang UKI itu memang tidak memiliki akses resmi bagi masyarakat, dengan posisi yang berada di pinggir Jalan DI Panjaitan serta di bawah kolong Tol Cawang-Grogol sehingga dinilai rawan pada malam hari.
Meski demikian, sejumlah orang diduga tetap masuk dengan cara menyelinap melalui celah pagar yang cukup dilalui satu orang dan melakukannya secara bergantian agar tidak menarik perhatian.
Baca Juga: DPRD Jakarta dan Bijak Pemantau Ajak Ratusan Anak Muda Diskusi Anggaran dan Program Kebijakan Publik
Di dalam kawasan tersebut ditemukan beberapa karung putih yang diduga dijadikan alas, botol minuman keras, serta area yang dipenuhi pepohonan rindang yang membuat suasana semakin tertutup.
Kondisi lingkungan yang gelap dan kurang penerangan itu diduga memberikan rasa aman bagi para pelaku untuk melakukan perbuatannya tanpa terpantau, terlebih ketika aktivitas lalu lintas di sekitar tidak terlalu memperhatikan area taman. (cr-4)
