JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Taman Hutan Kota Cawang, Jakarta Timur diduga kerap disalahgunakan sebagai lokasi tindakan asusila sejumlah lelaki sesama jenis. Aktivitas tersebut disebut sering terjadi pada malam hingga dini hari, memanfaatkan kondisi taman yang tertutup, gelap, dan tidak dibuka untuk umum.
Pantauan Poskota di lokasi, taman yang berada tepat di kawasan Halte Cawang UKI itu sejatinya tidak memiliki akses masuk bagi masyarakat umum. Letaknya yang berada di pinggir Jalan DI Panjaitan serta di bawah kolong Tol Cawang-Grogol membuat area tersebut dinilai rawan, terutama pada malam hari.
Meski demikian, sejumlah orang diduga tetap masuk dengan cara menyelinap melalui sela-sela pagar taman yang cukup dilewati satu orang. Mereka masuk secara bergantian untuk menghindari perhatian.
Di dalam area taman, ditemukan sejumlah karung putih yang diduga digunakan sebagai alas, botol minuman keras, serta lingkungan yang dipenuhi pepohonan rindang. Kondisi tersebut diduga membuat pelaku merasa aman melakukan perbuatannya, terlebih pada malam hari saat penerangan minim dan aktivitas lalu lintas di sekitar tidak terlalu memperhatikan area taman.
Baca Juga: Salahgunakan Izin Tinggal, Imigrasi Jaksel Deportasi DJ dan Penari WNA
Sebagai respons dugaan aktivitas tersebut, terlihat 3 petugas dinas pertamanan tengah melakukan pengelasan dan pemasangan gembok pada pintu akses khusus petugas.
Langkah ini dilakukan untuk memperketat pengamanan dan meminimalisasi terjadinya aktivitas yang tidak diinginkan di dalam kawasan hutan kota.
Pengawas Hutan Kota Kota Administrasi Jakarta Timur, Iwan Suleman, mengakui adanya tindakan asusila sesama jenis di lokasi tersebut. Ia menyebutkan, kejadian itu melibatkan 4 orang dan terjadi sekitar pukul 01.00 dini hari beberapa waktu lalu.
"Saya selaku pengawas Hutan Kota ini telah terjadi kegiatan asusila LGBT yang empat orang pada pukul jam 01.00 pagi di lokasi Hutan Kota Jakarta Timur," ujar Iwan kepada awak media, Sabtu, 28 Februari 2026.
Baca Juga: KAI Commuter Tangkap Pelaku Pelecehan Seksual di KRL
Iwan mengatakan, aktivitas asusila di kawasan tersebut juga dibuktikan dengan penemuan sisa-sisa barang di lokasi seperti alat kontrasepsi yang dibuang sembarangan di area taman oleh petugas.
