Pebalap Muda Indonesia Bersinar di Kancah Dunia, Yamaha Siapkan Target Lebih Tinggi

Sabtu 28 Feb 2026, 14:27 WIB
Pebalap Yamaha Racing Indonesia, Aldi Satya Mahendra mencetak sejarah podium World Supersport 2026. (Sumber: Dok. Yamaha)

Pebalap Yamaha Racing Indonesia, Aldi Satya Mahendra mencetak sejarah podium World Supersport 2026. (Sumber: Dok. Yamaha)

Upaya pembinaan juga menyasar pembalap sangat muda. Sabian Fathul Ilmi yang baru berusia 13 tahun akan menjalani satu musim penuh di Yamaha R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship. Sebelumnya, ia tampil sebagai wildcard di Buriram 2025 dan mampu finis posisi 4 dan 6.

Yamaha: Program Pembinaan Terbukti Efektif

Assistant General Manager CS Division PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Johannes B.M. Siahaan menegaskan keberhasilan di level dunia menjadi validasi sistem pembinaan yang dijalankan.

“Keberhasilan kami di World Supersport dan ajang internasional lainnya menjadi bukti nyata bahwa program pembinaan Yamaha Racing Indonesia berjalan efektif dan terarah, dengan dilakukannya program latihan fisik dan mental yang terstruktur, pengembangan teknis motor berpartner dengan teknologi berbasis data dan racing DNA, kolaborasi solid antara rider, engineer, serta manajemen tim yang mampu beradaptasi dengan cepat," ujarnya.

Johannes menegaskan, prestasi ini bukanlah hasil kerja satu individu, melainkan kolaborasi kuat antara pembalap, tim, engineer, manajemen, sponsor, pemerintah dan dukungan para pecinta motorsport Indonesia.

"Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan komitmen yang telah diberikan. Ke depan, kami berharap sinergi ini dapat terus terjalin dan semakin kuat, dan juga memenangkan masa depan. Mari membangun mimpi bersama Yamaha dan wujudkan dengan kemenangan yang membanggakan," tuturnya.

Baca Juga: Isuzu Bidik Pertumbuhan Lebih Tinggi di 2026, Pangsa Pasar Sudah 29 Persen

Optimisme Para Pebalap

Aldi mengaku podium di seri pembuka memberi suntikan motivasi besar.

“Musim World Supersport 2026 baru berlangsung, dan hasil podium 2 di seri pertama Australia memberikan spirit luar biasa buat menjalani kompetisi. Saya sangat termotivasi untuk mengulang kembali podium bahkan jadi juara race. Kepercayaan diri saya bertambah karena mampu unggul dalam pertarungan dengan pembalap-pembalap yang lebih berpengalaman. Membalap dengan mental rider dunia juga membantu saya bersaing, mengeluarkan skill terbaik untuk mengharumkan nama Indonesia," tuturnya.

Sementara itu, Arai menatap musim debutnya dengan penuh antusias.

“Ini tahun perdana saya di World Sportbike, saya berharap dapat mencapai result optimal. Race battle akan lebih menantang, saya harus berlatih lebih keras dan menggunakan pengalaman pernah balapan di sirkuit-sirkuit Eropa saat di R3 BLU CRU World Cup. Saya ingin merealisasikan target dan berprestasi mendunia di World Sportbike," pungkasnya.


Berita Terkait


undefined
Opini

Beri Ruang Pebalap Liar

Rabu 22 Des 2021, 11:10 WIB

News Update