Ustaz Abdul Somad Ungkap 7 Ciri Orang yang Meraih Malam Lailatul Qadar Saat Ramadhan

Kamis 26 Feb 2026, 10:43 WIB
Ustaz Abdul Somad (UAS)  memberikan penjelasan mengenai ciri-ciri orang yang meraih Malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan. (Sumber: Instagram/@ustazabdulsomad_official)

Ustaz Abdul Somad (UAS) memberikan penjelasan mengenai ciri-ciri orang yang meraih Malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan. (Sumber: Instagram/@ustazabdulsomad_official)

POSKOTA.CO.ID - Malam Lailatul Qadar menjadi salah satu momen paling dinanti umat Islam di bulan Ramadhan.

Malam yang disebut lebih baik dari seribu bulan itu diyakini membawa limpahan ampunan, rahmat, dan keberkahan.

Lantas, bagaimana cara mengetahui seseorang benar-benar mendapatkan Lailatul Qadar?

Apakah malam itu selalu disertai tanda-tanda khusus, seperti cahaya tertentu, mimpi luar biasa, atau perasaan spiritual yang sulit dijelaskan dengan kata-kata?

Ataukah Lailatul Qadar justru hadir tanpa disadari, meninggalkan jejak yang baru terasa setelah Ramadhan berlalu?

Menanggapi kegelisahan tersebut, Ustaz Abdul Somad (UAS) memberikan penjelasan melalui salah satu tausiyah yang dikutip dari kanal YouTube pribadinya pada Kamis, 26 Februari 2026.

Baca Juga: Agar Puasa Tidak Sia-Sia, Ini 5 Nasihat Penting Buya Yahya di Bulan Ramadhan

Ciri-ciri Orang yang Meraih Malam Lailatul Qadar

Berikut tujuh ciri orang yang disebut Ustaz Abdul Somad sebagai indikasi meraih malam Lailatul Qadar.

1. Terjadi Perubahan Diri ke Arah yang Lebih Baik

Ciri paling utama adalah adanya perubahan nyata dalam perilaku. Jika sebelum Ramadhan seseorang mudah lalai, emosional, atau ringan melakukan dosa, lalu setelah Ramadhan menjadi lebih tenang, sabar, dan menjaga ibadah, maka perubahan itu dinilai sebagai tanda keberhasilan Ramadhan.

Ustaz Abdul Somad menekankan bahwa Lailatul Qadar bukan hadiah sesaat, melainkan energi perubahan jangka panjang.

2. Hati Menjadi Lebih Tenang dan Lapang

Ketenangan batin menjadi ciri berikutnya. Menurut UAS, orang yang hatinya tersentuh Lailatul Qadar akan lebih lapang dalam menghadapi ujian hidup, termasuk sakit, musibah, atau kesulitan ekonomi.

Ia mencontohkan orang yang diuji penyakit berat justru tampak lebih damai dan pasrah, bukan semakin mengeluh. Ketenangan inilah yang menjadi cermin kedekatan dengan Allah.

Baca Juga: Jadwal Buka Puasa di Kota Bandung Hari Ini 25 Februari 2026 Lengkap Beserta Doa Berbuka

3. Meningkatnya Rasa Takut Berbuat Dosa

Ciri ketiga adalah munculnya rasa takut berbuat dosa, terutama ketika sedang sendirian.

Bukan karena takut diketahui manusia, melainkan karena sadar selalu berada dalam pengawasan Allah.

Ustaz Abdul Somad menyebut, kondisi ini sebagai hakikat puasa, yakni muraqabah, merasakan kehadiran Allah dalam setiap keadaan.

4. Konsisten Menjaga Ibadah Setelah Ramadhan

Orang yang meraih Lailatul Qadar tidak berhenti beribadah ketika Ramadan usai. Justru, semangat ibadah tetap terjaga, meski tidak seintens saat puasa.

Bentuknya bisa sederhana, seperti menjaga salat tepat waktu, rutin bersedekah, hingga melanjutkan puasa sunnah seperti Senin-Kamis atau Ayyamul Bidh.

5. Lebih Jujur dan Amanah dalam Hal Kecil

Perubahan juga tampak dalam sikap jujur terhadap hal-hal kecil. Ustaz Abdul Somad mencontohkan kejujuran dalam bersedekah, bekerja, hingga mengelola amanah.

Jika sebelum Ramadhan seseorang terbiasa menyepelekan kejujuran, lalu setelah Ramadan menjadi lebih berhati-hati, maka itu menjadi tanda tumbuhnya iman.

6. Lingkungan Pergaulan Lebih Terjaga

Ciri keenam adalah kesadaran memilih lingkungan yang baik. Orang yang hatinya tersentuh Lailatul Qadar akan lebih selektif dalam pergaulan, baik di dunia nyata maupun di media sosial.

Ia tidak segan meninggalkan lingkungan yang mendorong maksiat, gosip, atau perbuatan sia-sia, karena menyadari dampaknya terhadap hati dan akhlak.

7. Ibadah Melahirkan Akhlak yang Lebih Mulia

Ciri terakhir adalah membaiknya akhlak. Ibadah yang diterima akan tercermin dalam sikap sehari-hari, seperti rendah hati, tidak mudah marah, menghargai orang lain, serta ringan membantu sesama.

Ustaz Abdul Somad menegaskan, keberhasilan meraih Lailatul Qadar tidak diukur dari lamanya ibadah, melainkan dari kualitas akhlak yang lahir setelahnya.

Menurut Ustaz Abdul Somad, tidak ada manusia yang bisa memastikan dirinya mendapat malam Lailatul Qadar.

Namun, perubahan positif yang konsisten menjadi tanda paling rasional dan paling jujur untuk menilainya.

Ramadhan bukanlah garis akhir, melainkan titik awal pembentukan pribadi yang lebih bertakwa.

Jika setelah Ramadhan seseorang menjadi lebih baik dari sebelumnya, maka itulah pertanda bahwa malam-malam Ramadhan, termasuk Lailatul Qadar telah benar-benar membekas.


Berita Terkait


News Update