Ia mencontohkan orang yang diuji penyakit berat justru tampak lebih damai dan pasrah, bukan semakin mengeluh. Ketenangan inilah yang menjadi cermin kedekatan dengan Allah.
Baca Juga: Jadwal Buka Puasa di Kota Bandung Hari Ini 25 Februari 2026 Lengkap Beserta Doa Berbuka
3. Meningkatnya Rasa Takut Berbuat Dosa
Ciri ketiga adalah munculnya rasa takut berbuat dosa, terutama ketika sedang sendirian.
Bukan karena takut diketahui manusia, melainkan karena sadar selalu berada dalam pengawasan Allah.
Ustaz Abdul Somad menyebut, kondisi ini sebagai hakikat puasa, yakni muraqabah, merasakan kehadiran Allah dalam setiap keadaan.
4. Konsisten Menjaga Ibadah Setelah Ramadhan
Orang yang meraih Lailatul Qadar tidak berhenti beribadah ketika Ramadan usai. Justru, semangat ibadah tetap terjaga, meski tidak seintens saat puasa.
Bentuknya bisa sederhana, seperti menjaga salat tepat waktu, rutin bersedekah, hingga melanjutkan puasa sunnah seperti Senin-Kamis atau Ayyamul Bidh.
5. Lebih Jujur dan Amanah dalam Hal Kecil
Perubahan juga tampak dalam sikap jujur terhadap hal-hal kecil. Ustaz Abdul Somad mencontohkan kejujuran dalam bersedekah, bekerja, hingga mengelola amanah.
Jika sebelum Ramadhan seseorang terbiasa menyepelekan kejujuran, lalu setelah Ramadan menjadi lebih berhati-hati, maka itu menjadi tanda tumbuhnya iman.
6. Lingkungan Pergaulan Lebih Terjaga
Ciri keenam adalah kesadaran memilih lingkungan yang baik. Orang yang hatinya tersentuh Lailatul Qadar akan lebih selektif dalam pergaulan, baik di dunia nyata maupun di media sosial.
Ia tidak segan meninggalkan lingkungan yang mendorong maksiat, gosip, atau perbuatan sia-sia, karena menyadari dampaknya terhadap hati dan akhlak.
7. Ibadah Melahirkan Akhlak yang Lebih Mulia
Ciri terakhir adalah membaiknya akhlak. Ibadah yang diterima akan tercermin dalam sikap sehari-hari, seperti rendah hati, tidak mudah marah, menghargai orang lain, serta ringan membantu sesama.
