Tertarik Trading Memecoin? Pahami Pengertian dan Strateginya Terlebih Dahulu

Rabu 25 Feb 2026, 18:25 WIB
Ilustrasi, pengertian dan strategi trading Memecoin. (Sumber: freepik)

Ilustrasi, pengertian dan strategi trading Memecoin. (Sumber: freepik)

POSKOTA.CO.ID - Belakangan ini, istilah memecoin makin sering berseliweran di media sosial dan berita kripto. Mulai dari Dogecoin yang sempat didorong Elon Musk, sampai Shiba Inu yang menyebut diri sebagai “pembunuh Dogecoin”, koin-koin berbasis meme ini sukses mencuri perhatian investor. Sebenarnya, apa sih memecoin itu?

Apa Itu Memecoin

Memecoin adalah aset kripto yang lahir dari meme internet atau tren viral. Berbeda dengan Bitcoin atau Ethereum yang punya fungsi dan teknologi jelas, memecoin lebih banyak mengandalkan kekuatan komunitas dan hype di media sosial.

Ciri khasnya biasanya santai dan humoris, sering memakai gambar hewan atau karakter lucu. Nilainya sangat dipengaruhi sentimen pasar, dukungan influencer, dan efek FOMO. Meski awalnya dibuat sebagai candaan, beberapa memecoin kini punya kapitalisasi pasar miliaran dolar.

Baca Juga: Trading Lewat HP vs Laptop, Apa Bedanya? Simak Ulasannya

Contoh Memecoin Populer

Beberapa memecoin yang paling dikenal antara lain:

  • Dogecoin (DOGE): Pelopor memecoin yang lahir pada 2013. Awalnya lelucon, kini jadi salah satu kripto paling dikenal di dunia.
  • Shiba Inu (SHIB): Muncul pada 2020 dengan ambisi menyaingi DOGE, lengkap dengan ekosistem sendiri.
  • Pepe (PEPE): Mengangkat meme “Pepe the Frog” dan sempat mencuri perhatian karena lonjakan harganya.

Kenapa Memecoin Bisa Naik Tinggi

Ada beberapa faktor yang membuat harga memecoin bisa melesat drastis:

1. Kekuatan Komunitas

Memecoin sukses bergantung pada tiga pilar: dukungan komunitas yang antusias, mekanisme viral bawaan dalam branding, dan efek kekayaan yang memicu FOMO. Berbeda dengan token berbasis utilitas, memecoin adalah "mesin emosi", mereka naik berdasarkan sentimen dan antusiasme kolektif.

2. Dukungan Influencer dan Selebriti

Endorsement dari tokoh publik, terutama Elon Musk untuk DOGE, bisa memicu lonjakan harga signifikan. Sentimen positif di media sosial seperti Twitter, Reddit, dan Telegram juga berperan besar.

Baca Juga: 10 Langkah Sederhana untuk Belajar Trading Crypto dari Awal!

3. Viral di Media Sosial

Tren di platform seperti TikTok atau X (Twitter) bisa membuat memecoin tertentu mendadak populer dalam semalam. Contohnya CHILLGUY yang naik 2.000 persen hanya dalam dua hari.

4. Efek FOMO (Fear of Missing Out)

Ketika harga naik drastis, banyak trader terdorong ikut membeli karena takut ketinggalan cuan. Ini semakin mendorong harga naik, setidaknya untuk sementara.

5. Kemudahan Membuat Token Baru

Platform seperti Pump.fun di Solana memungkinkan siapa saja meluncurkan token sendiri dengan mudah. Akibatnya, setiap minggu muncul memecoin baru yang mencapai kapitalisasi pasar 100 juta dollar, dan sesekali ada yang menembus 1 miliar dollar.

Risiko Trading Memecoin

Di balik potensi cuan besar, ada risiko yang tidak kalah besar. Pahami ini sebelum mulai:

1. Volatilitas Ekstrem

Memecoin berada di ujung spektrum volatilitas. Keuntungan 100 persen bisa hilang dalam hitungan jam atau bahkan menit. Sebaliknya, harga juga bisa naik 2.000 persen dalam dua hari. Volatilitas ini adalah daya tarik sekaligus bahaya terbesar.

2. Risiko Kegagalan Sangat Tinggi

Data menunjukkan, dari 181.000 token baru yang muncul di DEX Solana pekan lalu, hanya 1,5 persen yang berhasil masuk ke Raydium dan lebih sedikit lagi (0,0045 persen) yang mempertahankan kapitalisasi pasar di atas 1 juta dollar. Artinya, hampir 98 persen memecoin akan mati dalam beberapa minggu atau bulan.

Baca Juga: MIFX Terdaftar OJK Belum? Ini Ulasan Lengkap Keamanan dan Legalitas Platform Trading Forex

3. Manipulasi Pasar dan Skema Pump-and-Dump

Karena likuiditas dan kapitalisasi pasar relatif kecil, pemegang besar ("whale") bisa menggerakkan harga dengan order besar. Studi mengungkapkan bahwa 82,6 persen memecoin dengan pengembalian tinggi menunjukkan tanda-tanda wash trading dan inflasi liquidity pool, taktik yang secara artifisial menaikkan harga sebelum aksi jual terkoordinasi.

4. Risiko Tokenomics Tidak Sehat

Banyak memecoin didesain dengan alokasi terpusat, di mana orang dalam memegang sebagian besar pasokan. Contohnya token TRUMP dengan 80 persen pasokan dipegang orang dalam, atau YZY milik Kanye West di mana 83 persen dari lebih dari 60.000 dompet ritel akhirnya merugi.

5. Hype Cepat Pudar

Ketika hype hilang, harga memecoin bisa anjlok drastis. Tanpa utilitas nyata yang menopang, tidak ada alasan bagi harga untuk bertahan setelah tren mereda.

6. Risiko Regulasi

Pemerintah di seluruh dunia semakin memperketat pengawasan kripto. Token spekulatif seperti memecoin berpotensi menghadapi pembatasan perdagangan atau investigasi dari regulator.

Strategi Trading Memecoin untuk Pemula

Kalau kamu tetap tertarik mencoba, berikut strategi yang bisa diterapkan:

1. Gunakan Modal Kecil

Ini aturan paling penting. Karena memecoin sangat volatil dan tingkat kegagalannya tinggi, alokasikan hanya sebagian kecil dari portofolio, maksimal 5-10 persen. Jangan pernah menggunakan uang yang kamu tidak siap kehilangan sepenuhnya.

2. Hindari FOMO

Jangan terburu-buru membeli hanya karena harga sedang naik tajam . Lakukan analisis dulu, pahami apa yang mendorong kenaikan, dan pastikan keputusanmu rasional, bukan emosional.

3. Gunakan Manajemen Risiko Ketat

  • Tetapkan target keuntungan dan stop-loss sebelum membeli
  • Batasi risiko per transaksi, misalnya maksimal 1-2 persen dari total modal
  • Jangan menggunakan leverage tinggi jika belum berpengalaman

4. Lakukan Riset Sederhana

Sebelum membeli, pahami beberapa hal:

  • Komunitas: Apakah aktif dan genuine? Cek Twitter, Telegram, Discord
  • Tokenomics: Bagaimana distribusi token? Apakah ada alokasi besar untuk tim atau orang dalam?
  • Volume perdagangan: Apakah volume real atau hasil wash trading?

5. Pantau Sentimen Pasar

Gunakan platform seperti Twitter, Reddit, dan Telegram untuk memantau sentimen. Perhatikan apakah diskusi organik atau terkesan dibuat-buat. Hati-hati dengan sinyal dari akun anonim.

6. Manfaatkan Strategi Sederhana

Untuk pemula, swing trading bisa jadi pilihan: beli saat harga turun (buy the dip) dan jual ketika mencapai resistance. Pelajari level support dan resistance sederhana, serta gunakan indikator seperti RSI untuk melihat kondisi overbought/oversold.

7. Pilih Aplikasi yang Aman dan Legal

Gunakan aplikasi trading kripto untuk pemula yang sudah terdaftar dan diawasi OJK Bappebti. Salah satunya seperti Ajaib yang menawarkan kemudahan penggunaan dan keamanan lebih terjamin.

8. Diversifikasi

Jangan hanya mengandalkan memecoin. Tambahkan aset kripto lain seperti Bitcoin atau Ethereum, atau bahkan aset di luar kripto seperti saham dan emas untuk mengurangi risiko.

Memecoin adalah kripto berbasis meme yang digerakkan oleh sentimen dan komunitas. Bisa memberikan keuntungan besar dalam waktu singkat, tapi juga bisa turun drastis tanpa peringatan.

Tertarik mulai trading kripto dengan aman? Yuk, download aplikasi trading kripto untuk pemula seperti Ajaib yang sudah berizin OJK. Buka akun nya, setor dana mulai dari Rp20.000, dan pelajari cara beli memecoin aman langsung dari ponselmu. Selalu ingat, investasi cerdas adalah investasi yang paham risiko! Tetap lakukan riset mandiri sebelum membuat keputusan investasi.


Berita Terkait


undefined
EKONOMI

5 Kelebihan Trading Bitcoin Futures

Sabtu 20 Sep 2025, 22:45 WIB

News Update