Ratusan Massa Demo di Mapolda Jogja, Tuntut Aparat Hentikan Kekerasan terhadap Warga Sipil

Rabu 25 Feb 2026, 12:59 WIB
Ratusan demonstran menggelar aksi malam di Mapolda DIY menuntut aparat bertindak humanis. Aksi sempat ricuh dengan perusakan pagar dan coretan protes. (Sumber: Instagram/@gejayanmemanggil)

Ratusan demonstran menggelar aksi malam di Mapolda DIY menuntut aparat bertindak humanis. Aksi sempat ricuh dengan perusakan pagar dan coretan protes. (Sumber: Instagram/@gejayanmemanggil)

JOGJA, POSKOTA.CO.ID - Gelombang aksi demonstrasi kembali terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Ratusan massa dari berbagai elemen masyarakat turun ke jalan untuk menyuarakan kritik keras terhadap institusi kepolisian pada Selasa malam 24 Februari 2026.

Aksi tersebut dipicu oleh meninggalnya seorang pelajar di Maluku yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum anggota Brimob. Peristiwa itu memicu kemarahan publik dan menjadi sorotan luas di media sosial.

Sebagai bentuk solidaritas sekaligus protes, massa bergerak menuju Markas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Mapolda DIY) di kawasan Ring Road Utara. Demonstran menyampaikan tuntutan agar aparat negara menghentikan praktik kekerasan terhadap warga sipil dan mahasiswa.

Demo Jogja yang berlangsung sejak malam hari itu sempat diwarnai ketegangan hingga berujung pada aksi perusakan fasilitas di sekitar kantor kepolisian. Aparat kemudian memastikan situasi keamanan wilayah tetap dalam kondisi terkendali.

Baca Juga: Bulog Klaim Harga Pangan di Lebak-Pandeglang Terkendali selama Ramadhan

Aksi Dimulai Setelah Azan Magrib

Aksi massa mulai berlangsung setelah azan Magrib. Sebelum tiba di lokasi, ratusan peserta aksi berjalan beriringan dari arah timur menuju Mapolda DIY.

Setibanya di depan pintu kanan Mapolda, massa langsung memadati area depan kantor kepolisian. Para demonstran tidak membawa poster maupun spanduk, melainkan menyampaikan aspirasi dengan meneriakkan kecaman terhadap aparat dan negara.

Massa menilai praktik kekerasan terhadap warga sipil maupun mahasiswa yang kritis masih terus terjadi, sehingga mereka mendesak adanya perubahan pendekatan aparat dalam menangani masyarakat.

Baca Juga: Selundupkan Ganja 1 Kwintal dalam Koper, 3 Kurir Lintas Provinsi Dibekuk Polres Cimahi

Situasi Memanas, Pagar Mapolda DIY Dirusak

Berdasarkan rekaman video yang beredar di media sosial, aksi demonstrasi sempat memanas. Sejumlah peserta aksi merusak pagar Mapolda DIY hingga roboh dan mencoret tembok pagar dengan tulisan bernada protes.

Selain itu, massa juga dilaporkan merobek spanduk berisi komitmen warga DIY dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya untuk mendukung sektor pariwisata serta perekonomian daerah.

Kondisi tersebut membuat warga sekitar meningkatkan kewaspadaan. Beberapa akses jalan menuju permukiman bahkan ditutup secara swadaya guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

Tuntutan Massa Demo Jogja

Dalam orasi yang disampaikan sepanjang aksi, demonstran menyuarakan sejumlah tuntutan kepada aparat negara, antara lain:

  1. Menghentikan tindakan kekerasan terhadap warga sipil dan mahasiswa
  2. Mengedepankan pendekatan humanis dalam pengamanan aksi
  3. Menghindari tindakan represif terhadap masyarakat yang menyampaikan pendapat
  4. Menjamin perlindungan hak kebebasan berekspresi

Meski situasi sempat menegang, arus lalu lintas di Ring Road Utara tetap berjalan. Kendaraan masih dapat melintas meski harus memperlambat laju saat melewati titik konsentrasi massa.

Baca Juga: Ramadhan jadi Momentum Pembinaan, Kapolres Serang Buka Puasa bareng Tahanan

Pernyataan Resmi Polda Jogja

Melalui unggahan resmi di akun Instagram, Polda DIY menyebut aksi perusakan dan pencoretan pagar diduga dilakukan oleh kelompok yang bukan berasal dari warga Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Walaupun dicoret dan dirobek, kami dari Polda DIY tetap berkomitmen menjaga stabilitas kamtibmas bersama seluruh warga masyarakat yang tinggal dan menetap di DIY,” tulis Polda DIY dalam keterangan resminya.

Kepolisian memastikan situasi keamanan di wilayah DIY tetap terkendali. Masyarakat juga diimbau untuk menyampaikan aspirasi secara damai serta tidak merusak fasilitas umum agar stabilitas keamanan daerah tetap terjaga.


Berita Terkait


News Update