Pos Pengamanan PT Kristal Diserang, Dua Korban Hangus Terbakar di Nabire 

Senin 23 Feb 2026, 14:31 WIB
Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo. (Sumber: Satgas Operasi Damai Cartenz 2026)

Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo. (Sumber: Satgas Operasi Damai Cartenz 2026)

NABIRE, POSKOTA.CO.ID - Insiden penyerangan bersenjata terjadi di Pos Pengamanan PT Kristal Kilometer 38, Kampung Lagari Jaya, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Barat pada Sabtu, 21 Februari 2026 sekitar pukul 12.00 WIT.

Peristiwa penyerangan itu menyebabkan dua orang meninggal dunia serta kerusakan pada fasilitas perusahaan. 

“Satgas Ops Damai Cartenz bersama Polres Nabire langsung menuju TKP untuk melakukan pengamanan, olah tempat kejadian perkara, serta mengevakuasi korban,” Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo dikutip dalam keterangannya, Senin, 23 Februari 2026. 

Menurut Yusuf, di kedua jenazah ditemukan dalam kondisi hangus terbakar di antara puing bangunan pos yang juga dilalap api. Kedua korban kemudian dievakuasi ke RSUD Nabire untuk proses identifikasi dan autopsi.

Baca Juga: KKB Bakar Bangunan SMP di Papua Pegunungan

Identitas korban masih menunggu hasil pemeriksaan medis karena kondisi jenazah mengalami luka bakar berat. 

Selain korban jiwa, kata Yusuf, aparat juga menemukan satu unit kendaraan perusahaan dengan empat lubang bekas tembakan di bagian depan serta kerusakan pada radiator akibat proyektil.

Namun, selongsong peluru belum ditemukan di sekitar lokasi, diduga karena penembakan dilakukan dari jarak 50 hingga 100 meter. 

"Berdasarkan keterangan saksi, penyerangan diawali dengan suara tembakan dan terlihat sekitar tiga orang pelaku di lokasi. Jumlah pelaku masih didalami lebih lanjut," ucap Yusuf.

Baca Juga: Identitas Penembak Pilot dan Kopilot Smart Air di Papua Diketahui, Kapolri: Pengejaran Dilakukan

Terkait klaim tanggung jawab yang beredar di media sosial, Yusuf menegaskan pihaknya tidak akan mengambil kesimpulan tanpa verifikasi. Pihaknya juga mendalami informasi dugaan perampasan senjata.


Berita Terkait


News Update