Kronologi Lengkap Dugaan Pelecehan Casting Film Thriller: Pengakuan Korban Minor Ungkap Modus Sutradara

Senin 23 Feb 2026, 20:33 WIB
Dugaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan oknum sutradara dalam proses casting film bergenre thriller. (Sumber: Freepik)

Dugaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan oknum sutradara dalam proses casting film bergenre thriller. (Sumber: Freepik)

Namun, setelah pembicaraan berakhir, pelaku justru mengirimkan pesan lanjutan yang merinci bayaran untuk setiap bagian tubuh yang boleh disentuh.

“setelah telfon mati, dia balik menawarkan hal yg sebenernya sudah jelas. dia menghargai badanku dengan uang, cium ketiak 500rb, cium pipi 250rb, cium leher 250rb, pegang paha dll,” tulis Adine.

Merasa semakin tertekan, Adine akhirnya memilih tidak lagi merespons pesan-pesan tersebut.

Dengan dukungan penuh dari orang tuanya, Adine memutuskan mundur sepenuhnya dari proyek film tersebut.

Ia kemudian memilih untuk membeberkan pengalamannya ke publik sebagai bentuk peringatan bagi talenta lain, khususnya anak-anak dan remaja.

Pengakuan tersebut memantik diskusi luas mengenai keamanan proses casting di industri kreatif.

Baca Juga: Siapa Gilcan Ambon? Link Video 54 Detik Sprei Hijau Jadi Saksi, Picu Perburuan Versi Lengkap

Bantahan dari Erzalul Octa Azis

Di sisi lain, Erzalul Octa Azis atau yang akrab disapa Erza membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Ia menegaskan bahwa seluruh proses komunikasi dilakukan secara terbuka dan telah disampaikan sejak awal.

"Nah ini chat terakhir saya, bahwa dia tidak bermasalah asalkan adegan-adegan yang lain itu tidak ditampilkan karena dia masih cukup muda untuk memerankan adegan itu. Dan kita nggak masalah gitu ya, dia hanya... dia sudah sepakat nih. Nah ini buktinya," ucap Erza.

Ia juga menyebut bahwa dalam proses komunikasi dengan talenta, orang tua korban turut mendampingi.

"Ya, ini chatan terakhir, dan pada saat kita teleponan itu ada orang tuanya di samping. Itu kita lagi deal-deal-an tuh. Ya, saya tahu ada orang tuanya. 'Kamu bersedia dipegang di area mana saja? Mana yang sensitif, mana yang nggak mau?' gitu ya," jelasnya.

Hingga kini, kasus tersebut masih menjadi perhatian publik dan menunggu kejelasan lebih lanjut dari pihak berwenang terkait kebenaran tudingan maupun bantahan yang disampaikan.


Berita Terkait


News Update