Foto tersebut menampilkan dirinya saat berada di pantai dengan mengenakan pakaian renang.
"Gak lama setelah apply, dia ngundang aku untuk casting secara offline. tiba-tiba dia mengirim foto sekali lihat, foto yg aku upload di ig sedang di pantai menggunakan tankini, jujur menurutku itu agak janggal?" lanjut Adine.
Meski merasa tidak nyaman, korban tetap melanjutkan proses casting karena ingin mendapatkan pengalaman di dunia perfilman.
Adine akhirnya menghadiri proses casting secara tatap muka. Di lokasi, ia mengaku mendapatkan perlakuan yang tampak profesional.
Fasilitas yang disediakan dinilai meyakinkan, mulai dari ruang VIP hingga konsumsi yang layak.
Kondisi tersebut sempat menghapus kecurigaan korban. Ia menilai bahwa pihak penyelenggara casting bukanlah pihak abal-abal, sehingga merasa aman untuk mengikuti proses lanjutan.
Berdasarkan riwayat percakapan yang kemudian diungkap, peristiwa ini disinyalir mulai terjadi sejak 30 Januari 2026.
Empat hari setelah casting, pelaku mengabarkan bahwa Adine dinyatakan lolos seleksi.
Namun, terdapat syarat tambahan berupa adegan sensual yang harus dilakukan. Adine mengaku langsung menyampaikan keberatan dan menetapkan batasan yang jelas.
“chat sudah dia hapus, tapi untungnya aku punya bukti, aku sempet cerita ke temen aku (korban juga),” tulis Adine.
Meski sudah menolak, komunikasi terus berlanjut dengan tekanan yang semakin intens.
Baca Juga: Link Video Chindo Adidas Viral di TikTok, Apa Isinya? Ini Penjelasan Lengkap dan Fakta Terbarunya
