Kadin Desak Prabowo Batalkan Impor 105 Ribu Kendaraan dari India, Ini Alasannya

Senin 23 Feb 2026, 17:12 WIB
Mobil pikup Scorpio akan diimpor dari India untuk mendukung operasional Koperasi Merah Putih. (Sumber: Dok. Mahindra)

Mobil pikup Scorpio akan diimpor dari India untuk mendukung operasional Koperasi Merah Putih. (Sumber: Dok. Mahindra)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta Presiden Prabowo Subianto untuk meninjau ulang rencana impor 105.000 kendaraan niaga dari India. Nilai pengadaan yang mencapai Rp24,66 triliun itu dinilai berisiko menekan industri otomotif nasional.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri, Saleh Husin mengatakan, pihaknya telah menerima berbagai masukan dari pelaku industri dan asosiasi otomotif sebelum menyampaikan sikap tersebut.

“Setelah menerima pandangan dari pelaku industri otomotif dan asosiasi kami mengimbau Bapak Presiden agar membatalkan rencana impor 105.000 unit kendaraan niaga,” kata Saleh Husin dalam keterangan resminya.

Menurutnya, rencana impor kendaraan dalam bentuk utuh atau Completely Built Up (CBU) tidak sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pertumbuhan industri dalam negeri.

Baca Juga: Motul Panen Respons Positif di IIMS 2026, Rilis Oli Mobil Standar API SQ

Industri Nasional Diklaim Siap Penuhi Kebutuhan

Saleh menegaskan, produsen otomotif domestik sebenarnya memiliki kapasitas untuk memenuhi kebutuhan kendaraan operasional program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Ia mengingatkan, Presiden telah menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen. Target tersebut, kata dia, hanya bisa tercapai apabila sektor industri nasional ikut berkembang.

“Padahal disatu sisi Bapak Presiden sudah menetapkan ekonomi tumbuh 8% nah untuk mencapai itu salah satu faktor adalah industri dalam negeri harus tumbuh agar kita dapatkan nilai tambah dan lapangan kerja tercipta serta multiplayer efeknya ikut berkembang. Nah harusnya kita dukung keinginan Bapak Presiden tersebut bukan justru mematikan investasi dan industri yang sudah ada,” ujarnya.

Kadin menilai impor kendaraan CBU berpotensi memukul industri komponen otomotif yang selama ini menjadi penopang produksi kendaraan nasional.

Baca Juga: Toyota Kantongi 2.793 SPK di IIMS 2026, Innova Zenix Hybrid Masih Teratas

Ia menjelaskan, sektor komponen mulai mesin, bodi, sasis, ban, aki, kursi hingga elektronik memiliki peran penting dalam memperkuat rantai pasok.


Berita Terkait


News Update