Sementara bagi imam, lafaz niatnya pada dasarnya sama, hanya saja di dalam hati diniatkan sebagai imam yang memimpin jamaah.
Perbedaan utama antara salat sendiri dan berjemaah terletak pada tambahan kata “ma’muman” bagi makmum. Selebihnya, tata cara pelaksanaannya tetap sama.
Jumlah Rakaat Salat Tarawih yang Dianjurkan
Jumlah rakaat salat Tarawih sering menjadi perbincangan di masyarakat. Pada dasarnya, tidak ada ketentuan baku yang mewajibkan jumlah tertentu. Namun, praktik yang umum dilakukan adalah:
- 8 rakaat, kemudian ditutup dengan 3 rakaat Witir
- 20 rakaat, kemudian ditutup dengan 3 rakaat Witir
Keduanya memiliki dasar dan sama-sama diperbolehkan. Umat Islam dapat menyesuaikan dengan kemampuan dan kebiasaan di lingkungan masing-masing.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Tempat Buka Puasa di Jakarta yang Enak dan Murah, Cocok untuk Bukber
Tata Cara Salat Tarawih Sesuai Sunnah
Secara umum, tata cara salat Tarawih sama seperti salat sunnah dua rakaat lainnya. Berikut urutan pelaksanaannya:
- Mengawali dengan niat di dalam hati
- Takbiratul ihram dengan mengucap “Allahu Akbar”
- Membaca Surat Al-Fatihah
- Membaca surat pendek atau ayat Al-Qur’an
- Rukuk dengan tuma’ninah
- I’tidal sambil membaca doa
- Sujud pertama
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Berdiri untuk rakaat kedua
- Melakukan rangkaian yang sama pada rakaat kedua
- Tasyahud akhir
- Salam ke kanan dan kiri
Setelah dua rakaat dan salam, dianjurkan beristirahat sejenak sebelum melanjutkan rakaat berikutnya. Salat Tarawih dilaksanakan dua rakaat dua rakaat hingga mencapai jumlah yang diinginkan, lalu ditutup dengan salat Witir.
Salat Tarawih, baik dilakukan sendiri maupun berjemaah, tetap memiliki keutamaan besar di bulan Ramadhan. Yang terpenting adalah keikhlasan dan kekhusyukan dalam menjalankannya. Semoga penjelasan mengenai niat salat Tarawih sendiri dan berjemaah ini dapat membantu Anda menjalankan ibadah dengan lebih mantap dan penuh keyakinan.
