Low Tuck Kwong Beli Lukisan Kuda Api Karya SBY Senilai Rp6,5 Miliar di Acara Imlek Partai Demokrat

Jumat 20 Feb 2026, 17:22 WIB
Lukisan Kuda Api Karya SBY Senilai Rp6,5 Miliar. (Sumber: TikTok/@demokratjabar)

Lukisan Kuda Api Karya SBY Senilai Rp6,5 Miliar. (Sumber: TikTok/@demokratjabar)

POSKOTA.CO.ID - Nama Low Tuck Kwong, pendiri dan pemilik PT Bayan Resources Tbk, kembali menjadi buah bibir di media sosial. Bukan karena kesuksesan bisnis batu baranya, melainkan aksi berani sang taipan dalam membeli lukisan karya mantan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dengan harga fantastis Rp6,5 miliar.

Peristiwa tersebut berlangsung pada acara lelang amal dalam rangka perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang digelar Partai Demokrat di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Rabu, 18 Februari 2026. Lukisan berjudul "Kuda Api" (atau "Kuat Laksana Kuda Api") karya SBY yang dikenal sebagai hobi melukisnya menjadi bintang utama malam itu.

Dilansir dari video TikTok @demokratjabar pada Jumat, 20 Februari 2026. Lukisan bergambar kuda berwarna biru dengan surai berapi tersebut dibuka lelang dengan harga awal Rp200 juta. Proses tawar-menawar berlangsung sengit, melibatkan beberapa pengusaha ternama, hingga akhirnya palu lelang jatuh ke tangan Low Tuck Kwong dengan nilai Rp6,5 miliar.

Hasil lelang ini akan disalurkan untuk bantuan kemanusiaan, masyarakat prasejahtera, dan korban bencana melalui Partai Demokrat.

Baca Juga: Capt Hendrick Lodewyck Adam Siapa? Ini Sosok Pilot Pelita Air yang Tewas dalam Kecelakaan di Kalimantan Utara

Biodata dan Agama Low Tuck Kwong

Biodata dan agama Low Tuck Kwong (Sumber: X/@raycat2021)

Low Tuck Kwong lahir di Singapura pada 17 April 1948, sehingga kini berusia 77 tahun (atau 78 tahun pada 2026).

Ia memulai karier di perusahaan konstruksi milik ayahnya, David Low Yi Ngo, sebelum merantau ke Indonesia pada 1972.

Pada 1973, ia mendirikan PT Jaya Sumpiles Indonesia (JSI), pionir konstruksi pondasi tumpuk di Tanah Air.

Bisnisnya berkembang ke sektor tambang batu bara sejak 1988, dengan pendirian PT Gunungbayan Pratamacoal pada 1997. Ia juga mengoperasikan terminal batu bara melalui PT Dermaga Perkasapratama pada 1998.

Baca Juga: Sahroni Resmi Kembali Duduki Kursi Wakil Ketua Komisi III di DPR

Low Tuck Kwong resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada 1992. Pada 2004, ia mengonsolidasikan aset pertambangannya ke PT Bayan Resources Tbk, yang melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2008.

Saat ini, perusahaan mengelola konsesi tambang besar di Kalimantan Timur, khususnya di Tabang, Kutai Kartanegara, dengan cadangan batu bara yang diproyeksikan bertahan lebih dari 30 tahun.

Mengenai agama, Low Tuck Kwong diketahui beragama Kristen, sebagaimana disebutkan dalam berbagai profil dan biodata publiknya.

Sukses Bisnis dan Posisi di Daftar Orang Terkaya

Berkat kerajaan bisnis batu baranya, Low Tuck Kwong sering menduduki posisi puncak daftar orang terkaya Indonesia versi Forbes.

Meski pada daftar Indonesia's 50 Richest 2025 (dirilis Desember 2025), ia berada di peringkat ke-4 dengan kekayaan bersih sekitar US$24,9 miliar, prestasinya tetap mengesankan.

Kekayaannya pernah mencapai level tinggi, termasuk posisi kedua pada periode sebelumnya, berkat lonjakan harga komoditas.

Di luar bisnis, Low Tuck Kwong dikenal sebagai pencinta satwa liar. Ia membangun kebun binatang pribadi di area tambangnya, yang menjadi habitat ribuan hewan, termasuk harimau, orangutan, owa, beruang madu, buaya, burung merak, burung unta, alpaka, kura-kura Brasil, dan kuda poni.

Baca Juga: Damai! Penabrak Pagar Rumah Jusuf Kalla Sepakati Biaya Perbaikan Rp25 Juta

Ia juga mendirikan pusat rehabilitasi orangutan untuk merawat dan melepasliarkan primata endemik Kalimantan kembali ke alam liar, menunjukkan komitmennya terhadap konservasi lingkungan.

Aksi pembelian lukisan SBY ini semakin memperkuat citra Low Tuck Kwong sebagai pengusaha dermawan yang aktif dalam kegiatan sosial dan amal.

Ia tidak hanya sukses di sektor energi nasional, tapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pelestarian alam.


Berita Terkait


News Update