POSKOTA.CO.ID - Bulan Ramadhan menjadi momentum istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus kepedulian sosial.
Salah satu amalan sederhana namun berpahala besar adalah memberi makan kepada orang yang berpuasa, baik untuk berbuka maupun sahur.
Amalan ini bukan sekadar tradisi berbagi, melainkan ibadah yang memiliki landasan kuat dalam hadis Nabi Muhammad SAW.
Keutamaannya pun sangat besar, bahkan setara dengan pahala orang yang menjalankan puasa itu sendiri.
Baca Juga: Batas Waktu Sahur yang Benar Menurut Islam Kapan? Ini Penjelasan Lengkap Ustadz Adi Hidayat
Dalil Shahih tentang Pahala Memberi Makan Orang Berpuasa

Dilansir dari laman resmi baznas pada Jumat, 20 Februari 2026. Keutamaan ini ditegaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Zaid bin Khalid Al-Juhani. Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa itu.” (HR. Tirmidzi No. 807, Ibnu Majah No. 1746, dan Ahmad 5:192; dinilai shahih oleh Al-Hafizh Abu Thahir)
Hadis ini menunjukkan bahwa pahala memberi makan orang berbuka puasa setara dengan pahala puasa orang tersebut. Artinya, seseorang bisa mendapatkan pahala puasa tanpa harus menanggung rasa lapar dan dahaga.
- Mendapat Pahala Setara Orang Berpuasa
Keutamaan pertama tentu saja pahala yang setara dengan orang yang berpuasa. Ini menjadi kabar gembira bagi siapa saja yang mungkin memiliki keterbatasan fisik, namun tetap ingin meraih pahala berlipat di bulan suci.
Baca Juga: Apakah Boleh Shalat Tarawih Sendiri Dirumah Tanpa Bilal? Ini Penjelasan Buya Yahya
Bahkan, panitia buka puasa bersama, donatur takjil, hingga orang yang membantu distribusi makanan juga termasuk dalam kategori “menolong dalam kebaikan”, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Maidah ayat 2.
- Menggabungkan Puasa, Shalat, dan Sedekah Mendekatkan pada Ridha Allah
Ulama besar Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitab Lathaif Al-Ma’arif menjelaskan bahwa puasa, shalat, dan sedekah adalah rangkaian amalan yang saling melengkapi dalam mendekatkan diri kepada Allah.
Beliau menukil perkataan sebagian ulama salaf:
“Shalat mengantarkan seseorang pada separuh jalan. Puasa mengantarkannya ke pintu raja. Sedekah akan mengambilnya dan mengantarnya masuk kepada raja.”
Penjelasan ini menunjukkan bahwa memberi makan orang berpuasa yang termasuk sedekah menjadi penyempurna ibadah di bulan Ramadhan.
Baca Juga: Amalan Rasulullah SAW Saat Awal Ramadhan, Ini Bacaan Doanya
- Sedekah Menjadi Naungan di Hari Kiamat
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Uqbah bin Amir, Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Setiap orang akan berada di bawah naungan sedekahnya hingga diputuskan perkara di antara manusia.” (HR. Ahmad 4:147; dinilai shahih oleh Syaikh Syu’aib Al-Arnauth)
Hari kiamat digambarkan sebagai hari yang sangat panas dan penuh ketegangan. Sedekah, termasuk memberi makan orang berpuasa, menjadi pelindung dari dahsyatnya suasana tersebut.
- Sedekah Meredam Murka Allah
Dalam hadis riwayat Tirmidzi No. 664 disebutkan:
“Sedekah itu dapat meredam murka Allah dan mencegah dari kematian yang buruk.”
Baca Juga: 9 Tips Ampuh Tetap Bertenaga Saat Puasa Ramadhan, Anti Lemas Seharian
Meski sebagian ulama menilai sanad hadis ini dha’if, banyak riwayat lain yang menguatkan maknanya. Secara umum, sedekah memang dikenal sebagai amalan yang mendatangkan rahmat dan perlindungan dari berbagai keburukan.
- Sedekah Menghapus Dosa
Keutamaan lain ditegaskan dalam hadis:
“Sedekah itu memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi No. 2616; Ibnu Majah No. 3973; dinilai hasan oleh Al-Hafizh Abu Thahir)
Bulan Ramadhan adalah bulan pengampunan. Maka, memperbanyak sedekah dengan memberi makan orang yang berpuasa menjadi salah satu cara efektif untuk membersihkan dosa-dosa.
Implementasi Nyata di Masyarakat
Tradisi berbagi takjil gratis, buka puasa bersama di masjid, hingga program sosial dari lembaga zakat merupakan bentuk konkret dari ajaran ini.
Baca Juga: 5 Hikmah Puasa Ramadhan Menurut Ustadz Abdul Somad, Bukan Sekadar Lapar dan Haus
Tidak harus dalam jumlah besar bahkan seteguk air atau sebutir kurma sudah cukup untuk mendapatkan keutamaan tersebut.
Hal ini sejalan dengan sabda Nabi bahwa berbuka dengan kurma atau air pun sudah termasuk memberi makan orang yang berpuasa.
Amalan Ringan, Pahala Luar Biasa
Memberi makan orang yang berpuasa adalah amalan yang mudah dilakukan, namun ganjarannya sangat besar.
Berdasarkan hadis-hadis shahih dan penjelasan para ulama, keutamaan ini meliputi pahala setara orang berpuasa, naungan di hari kiamat, hingga penghapusan dosa.
Di bulan Ramadhan yang penuh berkah, tidak ada alasan untuk melewatkan kesempatan emas ini.
Berbagi makanan bukan hanya mempererat ukhuwah, tetapi juga menjadi investasi pahala yang tak ternilai di sisi Allah SWT.