Awal Ramadhan 2026, BMKG Prediksi Hujan dan Angin Kencang Masih Mengintai Jakarta

Kamis 19 Feb 2026, 19:04 WIB
BMKG prediksi cuaca buruk terjadi di DKI Jakarta dan beberapa wilayah lainnya sepekan awal Ramadhan 2026. (Sumber: freepik)

BMKG prediksi cuaca buruk terjadi di DKI Jakarta dan beberapa wilayah lainnya sepekan awal Ramadhan 2026. (Sumber: freepik)

"Analisis terbaru menunjukkan bahwa peningkatan hujan yang terjadi berkaitan dengan penguatan Monsun Asia, yang membawa angin baratan yang kencang, mempercepat pembentukan awan konvektif di wilayah barat dan selatan Indonesia," katanya. 

Selain itu, anomali Outgoing Longwave Radiation (OLR) yang menunjukkan nilai negatif di beberapa area Indonesia menandakan bahwa tutupan awan tebal semakin meluas. 

"Disertai dengan peningkatan aktivitas konveksi dan gelombang atmosfer ekuator," ujarnya. 

Baca Juga: Pemkot Jakbar Pastikan Pelayanan PTSP Berjalan Normal Selama Ramadhan

Kemudian, gelombang Madden-Julian Oscillation (MJO) yang kini terpantau di bagian barat Indonesia turut mempengaruhi peningkatan curah hujan di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi Utara. 

"Tak hanya itu, gabungan aktifnya Gelombang Rossby Ekuator dan Gelombang Kelvin di wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua juga memperkuat proses konveksi yang terjadi di daerah-daerah tersebut," ucap dia. 

Ida menyampaikan, prakiraan cuaca rutin diperbarui dua kali setiap hari, disertai peringatan dini potensi hujan signifikan dan angin kencang hingga lima hari ke depan untuk setiap provinsi. 

"Yang disampaikan dalam bentuk infografis melalui media sosial resmi dan aplikasi InfoBMKG," kata Ida. 

Selain itu, Ida mengatakan, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini nowcasting, yaitu prakiraan cuaca jangka sangat pendek untuk 1–3 jam ke depan.

"Yang disebarkan kepada pihak terkait melalui media sosial, situs resmi BMKG, serta layanan SMS Blast kepada masyarakat," ujanya. 

Sementara itu, terkait peralihan musim, Ida menyampaikan bahwa secara klimatologis pada periode April hingga Mei 2026, sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau. 

"Wilayah yang diprakirakan lebih dahulu memasuki musim kemarau adalah wilayah Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat," kata dia. (cr-4)


Berita Terkait


News Update