“Tafsir semacam itu boleh saja. Rekaman lain juga memperlihatkan sejumlah warga duduk bersila melakukan tahlilan di depan rumah pak Jokowi,”kata Yudi.
“Kalau soal rumah Jokowi sering didatangi warga bukan hal baru. Tak sedikit tokoh penting, mulai dari menteri, mantan menteri dan figur publik lainnya. Tapi tadi, tujuanya menyambung silaturahmi, bukan untuk meratap,” jelas mas Bro.
“Tapi mungkin saja ada yang datang untuk meratap, berkeluh kesah soal status dirinya dan masa depannya,” kata Yudi.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Tinggal Glanggang, Colong Playu
“Kalau bicara mungkin, semuanya serba mungkin, terlebih jika terkait dengan silaturahmi politik. Tapi, sebaiknya kita tak perlu menduga – duga,” ujar Heri.
“Yang namanya meratap boleh – boleh saja, misalnya soal kenaikan harga jelang puasa, kehilangan pekerjaan, orang yang dicintainya dan masih banyak lagi. Persoalannya haruskah kemudian meratap pada sebuah tembok?,” urai mas Bro.
