POSKOTA.CO.ID - Hubungan asmara antara Sarwendah dan pengusaha muda Giorgio Antonio Chandra, yang resmi terjalin sejak awal 2026, akhirnya mendapat penjelasan langsung.
Dalam sebuah wawancara, Sarwendah mengungkapkan alasan personal, nilai-nilai, serta pertimbangan matang yang membuatnya mantap memilih Giorgio sebagai pasangan hidup.
Langkah ini menjadi sorotan publik karena perjalanan hubungan Sarwendah sebelumnya kerap diberitakan media hiburan. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa keputusan kali ini berangkat dari pemikiran dewasa, pertimbangan keluarga, dan kesesuaian visi jangka panjang.
Baca Juga: Viral Link Video Botol Aqua Bikin Penasaran dan Banyak Diburu, Cek Fakta yang Terjadi
Nilai Keluarga Menjadi Penentu Utama
Dalam wawancara bersama kanal YouTube Intens Investigasi, Sarwendah menyampaikan kalimat tegas yang menggambarkan pandangannya terhadap karakter Giorgio.
“Dia family man, dekat sama keluarganya. Aku merasa kami sama tipikalnya—sama-sama dekat dengan keluarga dan orangnya juga peduli,” ujar Sarwendah.
Baginya, nilai-nilai kekeluargaan selalu menjadi fondasi dalam membangun hubungan. Sosok Giorgio, yang disebut memiliki kedekatan kuat dengan keluarga besarnya, dinilai selaras dengan prinsip yang selama ini Sarwendah pegang.
Kedekatan itu bukan sekadar hubungan formal antaranggota keluarga, tetapi tercermin dari interaksi Giorgio sehari-hari. Mulai dari rutinitas bersama orang tua, kepedulian terhadap saudara kandung, hingga pandangan tentang pentingnya lingkungan keluarga sebagai ruang bertumbuh.
Perbedaan Usia Bukan Penghalang
Meski Giorgio diketahui empat tahun lebih muda, Sarwendah menegaskan bahwa usia tidak menjadi penentu kedewasaan seseorang.
Ia menyatakan bahwa kenyamanan, komunikasi, dan sikap dewasa lebih relevan ketimbang angka usia. Dalam penuturannya, Sarwendah menggarisbawahi bahwa kedewasaan Giorgio terlihat dari cara ia mengambil keputusan, menangani masalah, serta bersikap terhadap orang-orang di sekelilingnya.
Pendekatan ini menunjukkan pemahaman Sarwendah dalam melihat hubungan melalui perspektif psikologis dan nilai kedewasaan, bukan semata aspek biologis.
