POSKOTACOID - Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI resmi menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Sebelum menjalani ibadah puasa Ramadhan, umat Islam perlu mempersiapkan diri sebaik mungkin, termasuk dengan memenuhi syarat dan rukun puasa
Salah satu rukun puasa yang tak boleh ditinggalkan dan menjadi landasan utama dalam menjalankan ibadah adalah niat.
Baca Juga: 5 Hikmah Puasa Ramadhan Menurut Ustadz Abdul Somad, Bukan Sekadar Lapar dan Haus
Menghimpun dari laman resmi MUI, seorang muslim wajib berniat sebelum mengerjakan puasa.
Namun yang sering menjadi pertanyaan, apakah niat puasa harus diucapkan secara lisan atau boleh hanya dalam hati?
Kewajiban Membaca Niat Puasa Ramadhan
Masih dihimpun dari sumber yang sama, dalam Mazhab Syafi'i membaca niat puasa Ramadhan wajib dilakukan setiap malam sebelum menjalankan puasa pada keesokan harinya.
Syekh Sulaiman Al-Bujairimi dalam karyanya, Hasyiyatul Iqna’, menjelaskan sebagai berikut:
ويشترط لفرض الصوم من رمضان أو غيره كقضاء أو نذر التبييت وهو إيقاع النية ليلا لقوله صلى الله عليه وسلم: من لم يبيت النية قبل الفجر فلا صيام له. ولا بد من التبييت لكل يوم لظاهر الخبر
“Disyaratkan berniat di malam hari bagi puasa wajib seperti puasa Ramadhan, puasa qadha, atau puasa nadzar. Ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW, ‘Siapa yang tidak berniat di malam hari sebelum fajar, maka tiada puasa baginya.’ Karenanya, harus niat puasa di setiap hari (bulan Ramadan) jika melihat redaksi zahir hadits.” (Sulaiman Al-Bujairimi, Hasyiyatul Iqna’, juz 2)
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 Surabaya dan Jawa Timur, KLIK Link Unduh PDF di Sini
Dilansir dari NU Online, niat puasa harus dibaca pada malam hari dari setelah Maghrib hingga terbit fajar. Ketentuan ini seperti yang diterangkan oleh sejumlah periwayat hadits.
مَنْ لَمْ يُبَيِّتْ النِّيَّةَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ
Artinya: “Barang siapa yang tidak berniat puasa di malam hari sebelum terbitnya fajar, maka tidak ada puasa baginya.”(HR. Abu Daud, at Tirmidzi, an Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad).
KH Yahya Zainul Ma'arif atau yang akrab disapa Buya Yahya dalam kanal YouTube Al-Bahjah TV pun menegaskan mengenai pentingnya membaca niat puasa sesuai waktu yang dianjurkan.
"Waktu niat terbentang dari magrib hingga terbit fajar. Itu untuk puasa wajib, puasa Ramadhan, puasa membayar utang (qadha), puasa nadzar, juga puasa Kafarah" kata Buya Yahya dikutip dari Al-Bahajah TV pada Rabu, 18 Februari 2026.
Baca Juga: Download Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 Kota Bandung dan Sekitarnya, KLIK DI SINI
Apakah Niat Puasa Harus Diucapkan Secara Alisan?
Dikutip dari NU Online, Imam Nawawi dalam Al-Majmu’ (II/23) menjelaskan bahwa niat dapat diucapkan dalam hati saja dan tetap sah puasanya.
فإن نوى بقلبه دون لسانه أجزاه
Artinya: “Sesungguhnya niat dengan hati tanpa lisan sudah cukup.” (Imam Nawawi, Al-Majmu’, Daarul ‘Âlimil Kutub, halaman 23)
Dalam kitab I’anatu Thalibin karya Sayid Bakri pada bab puasa (صوم), keterangan mengenai membaca niat dalam hati juga ditemukan.
النيات با لقلب ولا يشترط التلفظ بها بل يندب
Artinya: “Niat itu dengan hati, dan tidak disyaratkan mengucapkannya. Tetapi mengucapkan niat itu disunahkan.” (Sayid Bakri, I’anatu Thalibin, Surabaya, Hidayah, halaman 221)
Selaras dengan hal tersebut, Ustadz Khalid Basalamah pun menjelaskan bahwa membaca niat di dalam hati sudah cukup dan tidak perlu dilafadzkan.
"Niat tempatnya di dalam hati dan tidak membutuhkan lafaz khusus," katanya, seperti dikutip dari kanal YouTube Telaga Ilmu.
