Artinya: “Barang siapa yang tidak berniat puasa di malam hari sebelum terbitnya fajar, maka tidak ada puasa baginya.”(HR. Abu Daud, at Tirmidzi, an Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad).
KH Yahya Zainul Ma'arif atau yang akrab disapa Buya Yahya dalam kanal YouTube Al-Bahjah TV pun menegaskan mengenai pentingnya membaca niat puasa sesuai waktu yang dianjurkan.
"Waktu niat terbentang dari magrib hingga terbit fajar. Itu untuk puasa wajib, puasa Ramadhan, puasa membayar utang (qadha), puasa nadzar, juga puasa Kafarah" kata Buya Yahya dikutip dari Al-Bahajah TV pada Rabu, 18 Februari 2026.
Baca Juga: Download Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 Kota Bandung dan Sekitarnya, KLIK DI SINI
Apakah Niat Puasa Harus Diucapkan Secara Alisan?
Dikutip dari NU Online, Imam Nawawi dalam Al-Majmu’ (II/23) menjelaskan bahwa niat dapat diucapkan dalam hati saja dan tetap sah puasanya.
فإن نوى بقلبه دون لسانه أجزاه
Artinya: “Sesungguhnya niat dengan hati tanpa lisan sudah cukup.” (Imam Nawawi, Al-Majmu’, Daarul ‘Âlimil Kutub, halaman 23)
Dalam kitab I’anatu Thalibin karya Sayid Bakri pada bab puasa (صوم), keterangan mengenai membaca niat dalam hati juga ditemukan.
النيات با لقلب ولا يشترط التلفظ بها بل يندب
Artinya: “Niat itu dengan hati, dan tidak disyaratkan mengucapkannya. Tetapi mengucapkan niat itu disunahkan.” (Sayid Bakri, I’anatu Thalibin, Surabaya, Hidayah, halaman 221)
Selaras dengan hal tersebut, Ustadz Khalid Basalamah pun menjelaskan bahwa membaca niat di dalam hati sudah cukup dan tidak perlu dilafadzkan.
"Niat tempatnya di dalam hati dan tidak membutuhkan lafaz khusus," katanya, seperti dikutip dari kanal YouTube Telaga Ilmu.
