POSKOTA.CO.ID - Menjelang Tahun Baru Imlek, rumah-rumah keluarga Tionghoa di Indonesia umumnya mulai dipenuhi kesibukan persiapan.
Selain menata rumah dan menyiapkan angpao, dua hal “teknis” yang hampir selalu memicu perdebatan kecil adalah jadwal keramas dan potong rambut.
Di media sosial, pantangan ini kerap terdengar seperti aturan mutlak. Padahal, praktiknya sangat beragam bergantung pada tradisi keluarga, asal daerah leluhur di China, hingga tingkat keketatan seseorang dalam memegang adat.
Dalam budaya Tionghoa, pantangan Imlek sesungguhnya merupakan ekspresi simbolik. Apa yang dilakukan pada hari pertama tahun baru dipercaya menjadi “nada dasar” kehidupan sepanjang tahun. Karena itu, aktivitas yang melibatkan air dan benda tajam sering dihindari, bukan karena alasan medis, tetapi karena makna kiasannya.
Baca Juga: Mengapa Setiap Imlek Selalu Turun Hujan? Ini Penjelasan Ilmiahnya yang Jarang Dibahas
Makna Linguistik: Rambut dan Rezeki
Rambut menjadi isu sensitif saat Imlek karena berkaitan dengan permainan bunyi dalam bahasa Mandarin. Karakter rambut (发, fa) memiliki pelafalan serupa dengan fa pada kata 发财 (fa cai), yang berarti “menjadi makmur”.
Menurut sejumlah tradisi, tindakan yang bersifat membuang, mencuci, atau memotong rambut pada hari pertama Imlek dapat diartikan sebagai tindakan simbolis “membuang rezeki”.
Mengapa Dilarang Keramas di Hari Pertama Imlek?
Setidaknya terdapat dua alasan utama yang menjelaskan pantangan keramas pada hari H Imlek:
1. Simbol ‘Mencuci’ Keberuntungan
Karena rambut dikaitkan dengan kemakmuran (fa), mencuci rambut pada hari pertama disimbolkan sebagai tindakan melunturkan keberuntungan yang baru datang di awal tahun.
Banyak keluarga memilih keramas pada malam menjelang Imlek, lalu “puasa keramas” pada hari pertama.
2. Penghormatan kepada Dewa Air (Shuishen)
Dalam beberapa versi tradisi, hari pertama dan kedua Imlek dianggap sebagai hari kelahiran Dewa Air. Menggunakan air berlebihan termasuk mencuci rambut atau mencuci baju dipandang kurang sopan.
Namun, bagi generasi modern, pantangan ini lebih fleksibel. Bila cuaca panas atau ada kebutuhan mendesak, sebagian orang tetap memilih keramas demi kebersihan, sambil tetap menjaga pantangan utama seperti ucapan positif dan perilaku baik.
Jadwal Imlek 2026: Kapan Waktu Terbaik Potong Rambut?
Pada tahun 2026, Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026, dengan Senin, 16 Februari 2026 ditetapkan sebagai cuti bersama.
Aturan Utama: Potong Rambut Sebelum Hari Pertama Imlek
Memotong rambut pada hari H—17 Februari 2026 dianggap tabu karena dimaknai sebagai memutus aliran rezeki.
Rekomendasi Aman:
- Lakukan potong rambut paling lambat Minggu–Senin, 15–16 Februari 2026.
- Selain aman secara tradisi, salon juga lebih longgar dibandingkan jelang hari H.
Dalam tradisi tertentu di wilayah Tiongkok Utara, pantangan potong rambut bahkan berlangsung hingga sebulan penuh, sampai Festival Longtaitou. Namun, di Indonesia biasanya cukup menghindari tiga hari pertama Imlek.
Baca Juga: Fakta Resep Es Gabus: Tepung Hunkwe Bikin Teksturnya Mirip Spons
Pantangan Lain yang Perlu Diingat Saat Imlek
Selain urusan rambut, terdapat beberapa pantangan umum yang masih banyak dijalankan:
1. Larangan Menyapu dan Buang Sampah
Menyapu dari dalam ke luar rumah pada hari pertama dianggap sebagai tindakan “menyapu rezeki keluar”. Bila terpaksa, sampah biasanya dikumpulkan dan baru dibuang keesokan hari.
2. Hindari Penggunaan Benda Tajam
Gunting, pisau, atau jarum dihindari karena bermakna pemutusan hubungan atau rezeki. Luka kecil pada hari pertama juga dianggap pertanda kurang baik.
3. Menjaga Lisan
Dilarang mengumpat, menangis, atau membicarakan kematian. Kata-kata baik dipercaya menarik energi positif sepanjang tahun.
4. Pantangan Menagih atau Meminjam Uang
Aktivitas utang-piutang pada hari pertama sangat dihindari. Membuka tahun dengan tagihan dipercaya membawa kesulitan finansial.
Rangkuman Praktis Imlek 2026 di Indonesia
Imlek: 17 Februari 2026
Cuti Bersama: 16 Februari 2026
Potong Rambut Aman: Maksimal 15–16 Februari 2026
Keramas: Dianjurkan malam sebelum Imlek; sebagian keluarga menghindarinya pada hari pertama
Pantangan Utama: Tidak menyapu keluar rumah, tidak menggunakan benda tajam, menjaga ucapan, dan tidak menagih utang
