JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - TNI telah menyiapkan ribuan personel untuk dikirim ke jalur Gaza, Palestina sebagai bagian dari komitmen dalam Board of Peace (BoP). Namun, waktu keberangkatan pasukan ke Palestina belum ditentukan.
“Rencana pengiriman sekitar 8000 personel masih dalam tahap persiapan dan menunggu keputusan Presiden RI,” kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Donny Pramono dalam keterangannya, Senin, 16 Februari 2026.
Menurut Donny, rencana pengiriman 8000 personel tersebut masih dalam tahap persiapan internal dan menunggu keputusan Presiden Prabowo Subianto. Oleh karena itu, proses baru sebatas tahap perencanaan dan penyiapan kekuatan.
"Berdasarkan info yang kami dapatkan, sampai saat ini belum ada keputusan politik negara mengenai tanggal keberangkatan TNI ke Gaza (Palestina)," ujarnya.
Baca Juga: Long March ke Kedubes AS, Ratusan Demonstran Desak Indonesia Keluar dari Board of Peace
Menurutnya, rapat penyiapan Satuan Tugas (Satgas) Perdamaian dan Kemanusiaan Indonesia berada pada tahap penetapan format pasukan. Dalam rapat tersebut, kekuatan yang disiapkan berbentuk brigade komposit dengan jumlah sekitar 8.000 personel.
“Di internal TNI sendiri, rapat penyiapan Satgas Perdamaian dan Kemanusiaan Indonesia baru sampai tahap menetapkan bahwa pasukan disiapkan dalam format brigade komposit berjumlah 8.000 personel,” ucapnya.
Selain itu, TNI juga telah menyusun linimasa persiapan. Tahapan yang direncanakan meliputi pemeriksaan kesehatan dan penyiapan administrasi hingga Februari, dilanjutkan dengan gelar kesiapan pasukan pada akhir Februari.
Sekitar 1.000 personel ditargetkan dalam kondisi siap berangkat pada awal April 2026. Seluruh elemen sebanyak 8.000 personel ditargetkan siap berangkat paling lambat akhir Juni 2026.
Baca Juga: Amnesty International Surati DPR soal Indonesia Gabung Board of Peace
Namun, ia menegaskan istilah “siap berangkat” tidak serta-merta berarti pasukan langsung diberangkatkan ke wilayah misi, tetapi benar-benar dalam kondisi siap sewaktu-waktu.
