Usai Tarawih, umat Islam di lingkungan Muhammadiyah akan melaksanakan sahur pada dini hari Rabu dan mulai menjalankan ibadah puasa Ramadhan pada hari yang sama.
Penetapan lebih awal ini merupakan praktik yang sudah lazim dilakukan Muhammadiyah setiap tahunnya sebagai bentuk konsistensi metode hisab yang mereka gunakan.
2. Pemerintah
Berbeda dengan Muhammadiyah, pemerintah belum menetapkan secara resmi awal Ramadhan 1447 H.
Pemerintah melalui Kementerian Agama dijadwalkan menggelar sidang isbat awal Ramadhan 1447 H pada Selasa, 17 Februari 2026, sejak sore hari.
Sidang isbat diawali dengan pemaparan data astronomi mengenai posisi hilal, kemudian dilanjutkan dengan musyawarah bersama para ahli falak, perwakilan ormas Islam, dan instansi terkait.
Hasil sidang ini nantinya akan diumumkan secara resmi kepada publik, biasanya oleh Menteri Agama sekitar pukul 19.00 WIB.
Apabila pemerintah menetapkan 1 Ramadhan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, maka salat Tarawih pertama versi pemerintah dilaksanakan pada Selasa malam, 17 Februari 2026.
Namun, jika hasil sidang isbat memutuskan awal Ramadhan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, maka Tarawih pertama akan digelar pada Rabu malam, 18 Februari 2026.
3. Nahdlatul Ulama
Sementara itu, warga Nahdlatul Ulama (NU) juga belum menetapkan awal Ramadhan 2026.
NU menggunakan metode rukyatul hilal yang didukung oleh data hisab sebagai pedoman penentuan awal bulan Hijriah.
NU akan melaksanakan rukyatul hilal di berbagai titik pengamatan yang telah ditetapkan di seluruh Indonesia.
Posisi hilal pada akhir bulan Syaban 1447 H menjadi faktor kunci dalam menentukan apakah bulan baru sudah memenuhi kriteria imkanur rukyah.
