"Ekonomi lagi sulit, ditambah bahan pokok mau puasa dan lebaran naik. Tambah mencekek masyarakat kecil ini," ujar Anah.
Senada dengan Anah, Bambang, 54 tahun juga merasa keberatan dengan harga-harga yang terus naik.
Ia yang merupakan pedagang bubur, sudah tak mengerti bagaimana berjualan di tengah harga bahan pokok yang mahal.
"Jika kita naikin harga jual konsumen bakal kabur. Jadi disiasati dengan mengurangi porsi harga tetap," ungkapnya.
“Biasa belanja buat dagangan Rp50 ribu untuk ayam, sekarang Rp55 ribu. Kacang tanah sekarang Rp35 ribu. Cabe rawit merah yang naik dari Rp35 ribu sampai Rp100 ribu,” sambungnya.
