"Rata-rata pelanggan saya pedagang bubur ayam, rumah makan pecel ayam, banyak mengeluh harga-harga pada naik tapi harga di pembelinya tidak dinaikan dengan alasan menjaga pelanggan tidak kabur," sambungnya.
Udin tidak menampik, kenaikan harga akan terus terjadi sampai hari H perayaan Imlek, Puasa, dan Lebaran Idul Fitri.
"Berharap kepada pemerintah agar kembalikan harga normal seperti semula. Barang-barang kebutuhan pokok dapat normal dan harga stabil. Sehingga tidak membuat warga kecil kesulitan," tuturnya.
Baca Juga: Harga Bahan Pokok Turun, Pedagang Pasar Embrio Keluhkan Sepinya Pembeli
Harga Daging Sapi Tinggi

Eman, 49, pedagang sapi di Pasar Reni Jaya Lama, mengatakan dirinya masih menjual daging sapi fresh di harga perkilo Rp140 ribu.
Ia mengatakan harga daging sapi mengalami kenaikan sejak dua bulan lalu. Menjelang Imlek kenaikan mencapai Rp10 ribu, namun saat Idulfitri bisa tembus Rp180 ribu.
"Dari tempat jagal sudah naik perkilo Rp 109 ribu, kami ngeteng di pasaran per kilo daging dijual Rp140 ribu bersih,” ungkap Eman.
"Untuk faktor kenaikan tidak tahu kurang paham. Melihat kondisi seperti ini, diperkirakan mendekati lebaran Idulfitri harga daging sapi dapat tembus mencapai Rp180 ribu," tuturnya.
Baca Juga: Kapolda Banten Sebut Harga Bahan Pokok Stabil Jelang Ramadan
Harapan Eman, agar kepada pemerintah dapat menstabilkan harga-harga kebutuhan bahan pokok terutama daging sapi agar tidak memberatkan masyarakat kecil.
Disisi pembeli, kenaikan harga bahan pokok ini cukup membuat terhentak ditambah kondisi ekonomi yang belum stabil.
Anah, 60 tahun mengungkapkan sangat keberatan jik harga kebutuhan pokok naik.
