Niat Puasa Ramadhan Harus Setiap Malam atau Cukup Sekali? Ini Penjelasan Lengkapnya

Selasa 10 Feb 2026, 14:04 WIB
Ilustrasi. Penjelasan mengenai niat puasa Ramadhan (Sumber: Pinterest/Volkan)

Ilustrasi. Penjelasan mengenai niat puasa Ramadhan (Sumber: Pinterest/Volkan)

POSKOTA.CO.ID - Menjelang datangnya bulan suci, pembahasan mengenai niat puasa Ramadhan kembali menjadi perhatian umat Muslim.

Banyak yang bertanya, apakah niat harus dibaca setiap malam atau cukup satu kali pada awal bulan?

Dalam setiap ibadah, niat menjadi fondasi utama. Tanpa niat, puasa yang dijalankan bisa dianggap tidak memenuhi syarat sah.

Berikut penjelasan mengenai apakah niat puasa di bulan suci Ramadhan harus setiap hari atau cukup satu kali di awal bulan.

Baca Juga: Jangan Terlewat, Ini Amalan Utama 10 Hari Jelang Puasa Ramadhan 2026 ala Ustaz Adi Hidayat

Niat Puasa Termasuk Rukun

Ilustrasi. Buka puasa Ramadhan (Sumber: Pinterest/Flukpnt)

Dalam ajaran Islam, niat merupakan rukun yang wajib dipenuhi oleh setiap Muslim yang akan menjalankan puasa.

Perbedaan kemudian muncul pada teknis pelaksanaannya, khususnya antara puasa wajib seperti Ramadhan dengan puasa sunah.

Dilansir dari laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada Selasa, 10 Februari 2026, niat puasa Ramadhan harus dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar.

Sementara itu, pada puasa sunah terdapat kelonggaran. Seseorang masih diperbolehkan berniat di siang hari selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

Baca Juga: Kenapa Dianjurkan Makan Kurma Saat Buka Puasa? Ternyata Ini 5 Manfaatnya Bagi Tubuh

Pandangan Mazhab Syafi’i: Niat Setiap Malam

Dalam Mazhab Syafi’i, niat puasa wajib dilakukan setiap malam selama bulan Ramadhan.

Syekh Sulaiman Al-Bujairimi dalam Hasyiyatul Iqna’ menegaskan bahwa puasa wajib, baik Ramadhan, qadha, maupun nazar, mensyaratkan niat di malam hari.

Hal ini berdasar pada hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa siapa yang tidak berniat sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.

Karena itu, menurut pemahaman zahir hadis, niat perlu diperbarui untuk masing-masing hari.

Baca Juga: Hukum Memakai Softlens saat Puasa, Apakah Bisa Membatalkan?

Pandangan Mazhab Maliki: Cukup Sekali untuk Sebulan

Berbeda dengan Syafi’i, Mazhab Maliki memiliki pendapat yang lebih sederhana. Menurut pandangan ini, niat puasa Ramadhan boleh dilakukan sekali saja pada malam pertama untuk mencakup satu bulan penuh.

Alasannya, rangkaian puasa Ramadhan dipandang sebagai satu kesatuan ibadah yang utuh.

Pendapat ini juga dikutip oleh sejumlah ulama, salah satunya Yusuf Al-Qaradlawi dalam Fiqh al-Shiyam.

Jalan Tengah: Menggabungkan Dua Pendapat

Sebagian ulama menganjurkan sikap hati-hati. Umat Muslim boleh mengikuti pendapat Maliki dengan berniat penuh di awal bulan sebagai langkah antisipasi bila suatu malam lupa berniat.

Namun dalam praktik hariannya, tetap dianjurkan mengikuti pendapat Mazhab Syafi’i dengan memperbarui niat setiap malam, misalnya setelah salat tarawih atau ketika sahur.

Bacaan Niat Puasa Ramadhan Harian

Berikut lafaz niat puasa yang umum dibaca setiap malam:

Arab:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin:

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.

Arti:

“Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.”

Bacaan Niat Puasa Ramadhan Sebulan Penuh

Sementara untuk niat mengikuti pendapat Imam Malik, lafaznya sebagai berikut:

Arab:

نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin:

Nawaitu shauma jami’i syahri Ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala.

Arti:

“Aku niat berpuasa sepanjang bulan Ramadhan tahun ini, wajib karena Allah Ta’ala.”

Dengan memahami perbedaan pandangan ini, umat Islam dapat memilih pendapat yang diyakini paling menenangkan hati, tanpa meninggalkan kehati-hatian agar ibadah tetap sah.


Berita Terkait


News Update