JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Gubernur Jakarta, Pramono Anung menyoroti tindakan tiga pelajar yang menyiram air keras ke pelajar lain di Cempaka Raya, Jakarta Pusat.
Pramono menegaskan, peristiwa tersebut merupakan tindakan kekerasan serius yang tidak bisa ditoleransi dan harus diproses secara tegas sesuai hukum yang berlaku.
"Siapapun yang melakukan tindakan itu, itu sudah tindakan kekerasan, saya minta untuk diambil tindakan tegas," ujar Pramono di Kemayoran, Jakarta Pusat pada Selasa, 10 Februari 2026.
"Enggak ada kompromi untuk itu," kata dia.
Baca Juga: Terlibat Penipuan, Oknum Anggota Polresta Tangerang Dipolisikan
Diberitakan sebelumnya, Polres Metro Jakarta Pusat telah mengusut kasus penyiraman cairan diduga air keras kepada seorang pelajar di Jalan Cempaka Raya, Jakarta Pusat pada Jumat, 6 Februari 2026.
Sebanyak tiga orang terduga pelaku telah diamankan, dua di antaranya masih di bawah umur.
“Intinya bertiga orang ini bonceng motor, kemudian berpapasan sama tiga remaja lain, terus disiram,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra, saat dikonfirmasi, Senin, 9 Februari 2026.
Roby mengungkapkan, peristiwa ini bermula ketika dua kelompok pelajar saling berpapasan di jalan saat mengendarai sepeda motor.
Baca Juga: LRT Jabodebek Sibuk Pagi-Sore, Masyarakat Diimbau Atur Waktu Perjalanan
Salah satu pelajar secara tiba-tiba menyiramkan cairan ke arah korban, setelah itu melarikan diri dari lokasi.
Akibat kejadian ini, seorang pelajar mengalami luka pada bagian mata dan sempat mendapat perawatan di rumah sakit.
“Anaknya (korban) belum kami periksa karena kemarin masih sakit dan belum siap,” ucap Roby.
Lebih lanjut, proses hukum kepada tiga terduga pelaku dilakukan secara persuasif bersama pihak orang tua. Para terduga pelaku yang ditangkap tengah menjalani pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Pusat.
Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Perluas Jaringan TOD, Cawang dan Pasar Baru Disiapkan
"Pelaku dan korban tidak saling mengenal dan diduga melakukan aksi secara acak saat berpapasan dengan pelajar lain," ujarnya. (cr-4)
