Industri Otomotif Hadapi Babak Baru usai Insentif EV Berakhir

Selasa 10 Feb 2026, 15:15 WIB
Ilustrasi mobil listrik bakal menghadapi tantangan baru setelah tidak adanya insentif. (Sumber: Istimewa)

Ilustrasi mobil listrik bakal menghadapi tantangan baru setelah tidak adanya insentif. (Sumber: Istimewa)

POSKOTA.CO.ID - Indonesia Center for Mobility Studies (ICMS) kembali menggelar Dialog Industri Otomotif Nasional untuk kelima kalinya sejak pertama kali diselenggarakan pada 2024.

Forum ini menjadi bagian dari rangkaian Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 dan menghadirkan diskusi lintas pemangku kepentingan mengenai masa depan industri otomotif nasional.

Mengusung tema “Insentif EV Dihapus, Kemana Arah Masa Depan Industri Otomotif di Indonesia?”, dialog ini difokuskan pada dinamika kebijakan kendaraan listrik yang tengah mengalami perubahan signifikan menjelang 2026.

Hadirkan Regulator, Industri, dan Pengamat Ekonomi

Potret diskusi di IIMS 2026. (Sumber: Istimewa)

Baca Juga: IIMS 2026: PopBox Sediakan Smart Locker untuk Pengunjung Infinite Live dan Infinite Show

Dialog Industri Otomotif Nasional dihadiri oleh perwakilan media nasional serta sejumlah Agen Pemegang Merek (ATPM).

Forum ini menghadirkan perspektif beragam dari sektor penyelenggara pameran, industri kendaraan listrik, kendaraan penumpang, kendaraan niaga, hingga kalangan ekonom.

Ketua Tim Kerja Industri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) Kementerian Perindustrian, Patia Jungjungan Monangdo, hadir sebagai keynote speaker.

Sementara itu, panel diskusi diisi oleh Rudy MF. dari Dyandra Promosindo, Josua Pardede (Pengamat Ekonomi Senior Perbanas), Davy Tuilan (Deputy CEO of Sales & Network Development VinFast Indonesia), Constantinus Herlijoso (Sales & Channel Development Director Geely Auto Indonesia), serta Rian Erlangga (Business Strategy Division Head Isuzu Indonesia).

Baca Juga: Suzuki Hadirkan Booth Paling Lengkap dan Interaktif di IIMS 2026, Dari Test Drive Berhadiah hingga Promo Spesial

Industri Otomotif Dinilai Strategis bagi Perekonomian Nasional

ICMS menilai industri otomotif masih memiliki posisi strategis dalam struktur perekonomian Indonesia.

Selain berkontribusi pada sektor manufaktur dan investasi, industri ini juga menciptakan efek berganda terhadap sektor lain seperti logistik, pembiayaan, energi, infrastruktur, hingga penciptaan lapangan kerja.


Berita Terkait


News Update