Industri Otomotif Hadapi Babak Baru usai Insentif EV Berakhir

Selasa 10 Feb 2026, 15:15 WIB
Ilustrasi mobil listrik bakal menghadapi tantangan baru setelah tidak adanya insentif. (Sumber: Istimewa)

Ilustrasi mobil listrik bakal menghadapi tantangan baru setelah tidak adanya insentif. (Sumber: Istimewa)

Baca Juga: Sosok Seleb Makassar Viral Foto dengan Whip Pink Siapa? Ini Fakta yang Beredar

Kendaraan Niaga Turut Menjadi Perhatian

Selain isu elektrifikasi, dialog ICMS juga menyoroti peran kendaraan niaga dalam perekonomian nasional. Kendaraan niaga dinilai sebagai tulang punggung sistem logistik Indonesia, terutama dalam mendukung distribusi barang dan pemerataan ekonomi antarwilayah.

Penguatan kebijakan di sektor kendaraan niaga dianggap penting untuk menjaga efisiensi rantai pasok serta daya saing ekonomi nasional secara keseluruhan.

ICMS Tegaskan Posisi Netral dan Inklusif

Ketua Umum ICMS, Munawar Chalil, menyampaikan apresiasinya atas dukungan berbagai pihak terhadap penyelenggaraan dialog ini.

“Kami menyambut dengan gembira bahwa Dialog Industri Otomotif Nasional mendapat dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk Dyandra Promosindo yang menjadikan forum ini sebagai bagian dari agenda tahunan Indonesia International Motor Show. Dukungan ini menunjukkan adanya kesamaan visi untuk menjaga keberlanjutan dialog yang konstruktif bagi masa depan industri otomotif nasional,” ujar Munawar Chalil.

Baca Juga: Grayce Tan Siapa dan Lulusan Mana? Geger Terseret Dugaan Perselingkuhan dengan CEO PropertyLimBrothers Melvin Lim

Ia menegaskan bahwa ICMS berkomitmen menjaga posisi sebagai lembaga yang netral, inklusif, dan independen dalam memfasilitasi pertukaran gagasan lintas sektor.

“Melalui forum ini, kami berharap dapat terus berkontribusi terhadap perkembangan industri otomotif nasional, meningkatkan pemahaman masyarakat luas mengenai perkembangan teknologi dan manfaatnya bagi kehidupan, serta mendorong perumusan arah kebijakan yang relevan bagi industri dan selaras dengan visi jangka panjang pemerintah,” tutupnya.

Dialog Industri Otomotif Nasional diharapkan menjadi wadah pertukaran pandangan yang konstruktif antara industri, pengamat ekonomi, dan media.

Diskusi ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk mendukung target pemerintah mencapai 600.000 kendaraan listrik pada 2030 serta Net Zero Emission pada 2060.


Berita Terkait


News Update