POSKOTACOID - Kapan waktu terbaik ziarah kubur perlu diketahui oleh umat Islam menjelang puasa Ramadhan 1447 H.
Mendekati Ramadhan, banyak umat muslim yang mulai melakukan ziarah kubur ke makam-makam keluarga atau orang tua.
Mengetahui waktu terbaik ziarah kubur dapat menjadi panduan bagi umat Islam yang berencana berziarah ke makam keluarga dalam waktu dekat ini.
Lantas, kapan waktu yang tepat untuk ziarah kubur? Inilah penjelasan yang perlu dipahami oleh umat Islam.
Baca Juga: Link Full Video Amalia Mutya Viral Dicari Netizen di Telegram dan X, Apa Isinya? Ternyata Ini
Hukum Ziarah Kubur
Ziarah kubur ke makam orang-orang yang telah meninggal dunia diperbolehkan bahkan dianjurkan, baik untuk laki-laki maupun perempuan.
Meskipun sebelumnya Nabi Muhammad SAW sempat melarang berziarah kubur, namun kegiatan tersebut sata ini telah menjadi amalan sunnah yang Rasulullah SAW.
Itu karena ziarah kubur dapat menjadi salah satu perantara bagi umat Islam untuk mengingat kematian dan membuat umat lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Baca Juga: Waktu Qadha Sudah Lewat? Ketahui Cara Menebus Hutang Puasa dan Niat yang Dianjurkan
Dihimpun dari Muhammadiyah, terdapat beberapa hadits mengenai anjuran berziarah kubur. Salah satunya seperti yang diriwayatkan Buraidah.
عن بُرَيْدَةَقَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَقَدْ أُذِنَ لِمُحَمَّدٍ فِى زِيَارَةِ قَبْرِ أُمِّهِ فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الآخِرَة. [رواه مسلم وابو داود والترمذي وابن حبان والحاكم]
Artinya: “Diriwayatkan dari Buraidah ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; “Dahulu aku pernah melarang ziarah kubur, maka telah diizinkan bagi Muhammad berziarah kubur bundanya. Maka berziarahlah kubur, sebab hal itu mengingatkan akhirat”. [HR. Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Hibban dan al-Hakim].
Hadits di atas menjadi landasan hukum diperbolehkannya ziarah kubur asalkan dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, bukan malah meminta-minta kepada kuburan.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Ziarah Kubur?
Sejatinya, ziarah kubur dapat dilakukan kapan saja, pada hari apapun, dan tidak terikat dengan waktu tertentu.
Umat Islam pun dilarang mengkhususkan waktu-waktu tertentu untuk berziarah kubur dengan niat atau tujuan yang tidak baik, terlebih melakukan hal-hal musyrik dan menyekutukan Allah SWT.
Baca Juga: Hukum Memakai Softlens saat Puasa, Apakah Bisa Membatalkan?
Meski demikian, mengutip dari NU Online, waktu terbaik ziarah kubur dilakukan pada Kamis setelah Ashar dan Jumat.
Ini karena, dalam rentang waktu itu, roh disebut sedang tertambat dengan erat pada kuburnya.
فائدة: روح الميت لها ارتباط بقبره ولا تفارقه أبدا لكنها أشد ارتباطا به من عصر الخميس إلى شمس السبت، ولذلك اعتاد الناس الزيارة يوم الجمعة وفي عصر الخميس
Artinya: "Informasi, roh mayit itu memiliki tambatan pada kuburnya. Ia takkan pernah berpisah selamanya. Tetapi, roh itu lebih erat bertambat pada kubur sejak turun waktu Ashar di hari Kamis hingga fajar menyingsing di hari Sabtu. Karenanya, banyak orang melazimkan ziarah kubur pada hari Jumat dan waktu Ashar di hari Kamis."
Selain itu, dalam hadits lain juga dikatakan bahwa Rasulallah SAW kerap berziarah kubur pada Jumat.
مَنْ زَارَ قَبْرَ أَبَوَيْهِ أَوْ أَحَدِهِمَا فِيْ كُلِّ جُمُعَةٍ غُفِرَ لَهُ وَ كُتِبَ لَهُ بَرًا
Artinya: "Siapa pun yang menziarahi kubur kedua orang tuanya atau salah satunya tiap hari Jumat, maka diampuni dosa-dosa (kecil) nya dan dia dicatat sebagai orang yang berbakti kepada kedua orang tuanya." (HR At-Thabrani)
Panduan Berziarah Kubur Sesuai Tuntunan
Masih merangkum dari Muhammadiyah, ada sejumlah anjuran yang perlu diperhatikan dan dikerjakan saat berziarah kubur.
1. Meluruskan niat dan tujuan
Ketika berziarah kubur, pastikan niat yang dimiliki hanyalah untuk mendoakan ahli kubur dan menjadi sarana untuk mengingat kematian atau akhirat, bukan niat yang lainnya.
2. Mengucapkan salam ketika memasuki area kuburan
Saat memasuki area makam atau kuburan, pastikan untuk mengucapkan salam terlebih dahulu kepada seluruh ahli kubur sebagaimana yang tertuang dalam hadits berikut.
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: كُلَّمَا كَانَتْ لَيْلَتُهَا مِنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ آخِرَ اللَّيْلِ إِلَى الْبَقِيعِ, فَيَقُولُ: السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ, وَأَتَاكُمْ مَا تُوعَدُونَ, غَدًا مُؤَجَّلُونَ, وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ , اللهُمَّ اغْفِرْ لِأَهْلِ بَقِيعِ الْغَرْقَدِ. [رواه مسلم]
Artinya: “Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada tiap malam gilirannya, pergi ke Baqi’ pada akhir malam, dengan ucapannya: “Assalamu’alaikum dara qaumin mukminin wa atakum ma tu‘aduna ghadan muajjalun, wa inna insya Allahu bikum lahiqun. Allahummaghfir li ahli Baqi’il Gharqad” (Semoga keselamatan bagi kamu sekalian wahai negeri kaum yang beriman, dan akan datang apa yang dijanjikan kepada kamu sekalian dengan segera. Dan sesungguhnya kami, dengan izin Allah akan menyusul kamu sekalian. Yaa Allah ampunilah penghuni Baqi’ al-Gharqad (nama kuburan)”.” [HR. Muslim]
3. Melepas alas kaki saat masuk area kuburan
4. Beberapa etika dasar lainnya
- Menghadap kiblat ketika berada di kuburan seseorang.
- Tidak menduduki kuburan.
5. Dilarang meminta-minta kepada kuburan
Salah satu hal yang paling dilarang ketika seseorang berziarah kubur, yakni meminta-minta kepada ahli kubur dan menjadikan mereka perantara kepada Allah SWT.
Larangan tersebut sebagaimana firman Allah dalam surat Yunus ayat 106, sebagai berikut.
وَلَا تَدْعُ مِنْ دُونِ اللهِ مَا لَا يَنْفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَ فَإِنْ فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِنَ الظَّالِمِينَ. [يونس(10): ۱۰٦]
Artinya: “Dan jangan engkau menyembah sesuatu yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi bencana kepadamu selain Allah. Sebab jika engkau lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya engkau termasuk orang-orang zalim.” [QS. Yunus (10): 106]
6. Mendoakan ahli kubur
Membacakan doa kepada para ahli kubur merupakan anjuran yang dilakukan Rasullullah SAW.
