Dadan juga menyoroti dampak lanjutan dari program makan bergizi gratis (MBG) yang mendorong pemanfaatan kembali berbagai unit usaha dan properti yang sebelumnya kurang produktif, khususnya di sektor makanan dan minuman.
"Karena ada beberapa restoran yang kehilangan pelanggannya sekarang jadi SPPG, beberapa kafe yang kehilangan penggemarnya sekarang jadi SPPG," ungkap Dadan.
Bahkan, ia menyebut bahwa rumah-rumah yang sebelumnya hendak ditinggalkan pemiliknya kini dimanfaatkan sebagai lokasi pelayanan SPPG.
Baca Juga: Intermoven Tampilkan Puluhan Karya Seni Siswa BINUS, dari Beauty Standard hingga Imajinasi Remaja
"Demikian juga untuk rumah-rumah yang mau ditinggalkan sekarang berubah menjadi SPPPG. Alhamdulillah sekarang gairahnya hampir sama antara Jakarta dengan daerah-daerah yang lain," ujarnya.
Ke depan, tantangan utama yang perlu dijaga adalah kestabilan rantai pasok bahan baku, mengingat kebutuhan SPPG sangat besar dan berlangsung terus-menerus.
"Dan kita harus menjaga agar kebutuhannya bisa terpenuhi tapi harganya tetap bisa kita kendalikan," ucap dia.
Di sisi lain, BGN sendiri telah menyiapkan skema pengendalian harga. Menurutnya jika harga suatu komoditas naik, SPPG diarahkan menggunakan bahan baku alternatif dengan nilai gizi setara.
"Tapi kalau ada yang kurang laku, kemudian kami instruksikan kepada SPPG agar membeli produk tersebut sehingga bisa naik harganya dan petani senang," ujarnya. (cr-4)
