KEBAYORAN LAMA, POSKOTA.CO.ID - Puluhan karya seni rupa dengan beragam bentuk, teknik, dan bahan memenuhi ruang aula lantai 8 Gedung BINUS SCHOOL Simprug, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin, 9 Februari 2026. Dalam pameran berjudul “Intermoven”, para siswa memamerkan berbagai macam karya seni, mulai dari karya tradisional hingga seni kontemporer modern.
Setiap sudut di aula menghadirkan pengalaman visual yang berbeda, mengajak pengunjung menelusuri imajinasi para seniman muda. Sehingga berhasil menciptakan ruang apresiasi yang hidup sekaligus reflektif. Karya seni yang memukau pengunjung itu merupakan buah tangan dari 11 siswi kelas 12 jurusan art BINUS.
Meski masih berstatus pelajar, kualitas karya yang disuguhkan tampak matang dan berani mengeksplorasi gagasan individu masing-masing. Setiap karya seolah menjadi jendela kecil menuju dunia batin para remaja, yang dituangkan melalui medium visual dengan pendekatan yang unik. Menariknya, dari 11 peserta delapan di antaranya adalah pelajar perempuan.
Booth-booth di aula tampak tertata dengan balutan nuansa hitam. Pemandangan ini menghadirkan suasana syahdu yang membuat pengunjung dapat menikmati karya dengan lebih khidmat. Pada tiap booth, terpajang sekitar 8 hingga 10 karya seni, sehingga totalnya mencapai kurang lebih 90 karya. Nama pembuat serta penjelasan makna karya turut disertakan, memberi ruang bagi pengunjung untuk memahami pesan yang ingin disampaikan siswa.
Keragaman menjadi kekuatan utama dalam pameran ini. Setiap booth memiliki karakter yang berbeda, tidak ada keragaman, semuanya mencerminkan imajinasi dan sudut pandang personal para siswi. Dari karya yang penuh warna tersebut menunjukkan keberanian generasi muda dalam mengekspresikan identitas mereka.
Lewat “Intermoven”, para siswa tidak sekadar memamerkan karya, tetapi juga menghadirkan perjalanan kreatif yang jujur dan personal. Pameran ini menjadi bukti bahwa kreativitas remaja mampu melampaui batas usia, menghadirkan karya yang layak diapresiasi sekaligus menginspirasi siapa pun yang datang untuk melihatnya.

Salah satu karya yang dipamerkan merupakan hasil ciptaan Kaleela yang mengangkat tema kesadaran akan standar kecantikan di Indonesia serta tekanan ekspektasi sosial yang kerap dirasakan perempuan. Melalui karyanya, ia berupaya menyampaikan pesan bahwa banyak perempuan memiliki pengalaman serupa dan tidak perlu merasa sendiri dalam menghadapi tuntutan tersebut.
Baca Juga: Profil Putri Intan Kasela: Usia, Orang Tua, dan Perannya sebagai Rusmiati di Film Kuyank 2026
“Jadi keseluruhan dari karya saya itu untuk menunjukkan kisah sadar kecantikan di Indonesia dan juga ekspektasi masyarakat Indonesia, bahwa perempuan-perempuan kayak saya tidak sendirian dan kita semua merasakan hal yang sama,” jelas Kaleela, saat ditemui di lokasi, Senin, 9 Februari 2026.
Kaleela juga berharap karya yang dihadirkannya dapat menjadi ruang refleksi sekaligus sumber dukungan emosional bagi para perempuan. Termasuk untuk lebih bebas mengekspresikan diri tanpa rasa takut terhadap penilaian sosial. Dia menegaskan karya merupakan representasi dari imajinasinya.
