Selepas meraih gelar sarjana, Juda beralih mendalami ekonomi moneter dengan melanjutkan pendidikan di University of Birmingham, Inggris, meraih gelar Master pada 1995 dengan predikat distinction.
Pendidikan doktoralnya ditempuh di universitas yang sama dan selesai pada 1999 melalui disertasi berjudul “Financial Deregulation and Monetary Policy in Indonesia”. Selain itu, ia mengikuti berbagai program eksekutif di kampus ternama seperti Harvard University, Kellogg School of Business, dan Hitotsubashi University.
Baca Juga: PM Israel Netanyahu Dilaporkan 10 Tokoh Indonesia Terkait Dugaan Genosida di Palestina
Perjalanan Karier di Bank Indonesia
Karier profesional Juda Agung sebagian besar dihabiskan di Bank Indonesia. Ia memulai dari posisi staf Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter, lalu menjadi Research Assistant di Central Planning Bureau Belanda pada 1992–1993.
Setelah kembali dari studi doktoral pada 1999, Juda meniti karier sebagai peneliti ekonomi hingga dipercaya menjadi Staf Gubernur BI pada 2003–2006.
Puncak kariernya terus berlanjut ketika Gubernur BI Agus Martowardojo melantiknya sebagai Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi & Moneter pada 2014. Ia juga pernah memimpin Kantor Perwakilan BI Jawa Barat.
Pada 1 Januari 2020, Juda dipromosikan menjadi Asisten Gubernur BI bidang Stabilitas Sistem Keuangan dan Kebijakan Makroprudensial. Kemudian, 6 Januari 2022, ia resmi menjabat Deputi Gubernur BI, sebelum turut dipercaya sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK pada 23 September 2025.
Dengan posisi baru sebagai Wamenkeu, Juda Agung diperkirakan akan menjadi tokoh kunci dalam mendukung transformasi fiskal pemerintah, terutama penguatan kebijakan makroekonomi serta stabilitas sistem keuangan.
Pengalaman panjangnya dinilai relevan dalam menghadapi dinamika global, termasuk volatilitas pasar dan tantangan ekonomi pascapandemi.
