Inilah Ayat Tentang Puasa Ramadan dalam Al-Qur’an Beserta Penjelasannya

Kamis 05 Feb 2026, 17:12 WIB
Ilustrasi. Puasa ramadan 2026 (Sumber: Pinterest/PNG AURA)

Ilustrasi. Puasa ramadan 2026 (Sumber: Pinterest/PNG AURA)

POSKOTA.CO.ID - Puasa Ramadan menjadi salah satu rukun ibadah terpenting dalam Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim yang memenuhi syarat.

Dilansir dari laman rumahzakat.org pada Kamis, 5 Februari 2026. Kewajiban ini bukan sekadar warisan tradisi keagamaan, melainkan perintah langsung dari Allah SWT yang ditegaskan dalam Al-Qur’an.

Memahami ayat-ayat tentang puasa Ramadan menjadi kunci agar ibadah ini dijalani dengan kesadaran dan keikhlasan penuh.

Al-Qur’an menempatkan puasa sebagai sarana pembentukan karakter dan spiritualitas. Ibadah ini tidak hanya menuntut ketahanan fisik, tetapi juga melatih kesabaran, pengendalian diri, serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama.

Baca Juga: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026 Digelar 17 Februari, Ini Prediksi Awal Puasa Menurut Kemenag

Ayat Tentang Puasa Ramadan dalam Al-Qur’an dan Penjelasannya

Ilustrasi. Puasa ramadan (Sumber: Pinterest)

Dasar kewajiban puasa Ramadan dijelaskan secara tegas dalam Surah Al-Baqarah ayat 183. Dalam ayat tersebut, Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

(QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat ini menegaskan bahwa puasa merupakan kewajiban bagi orang-orang beriman, bukan ibadah sunnah.

Perintah tersebut menunjukkan bahwa puasa Ramadan adalah bagian dari sistem ibadah yang telah diterapkan sejak umat terdahulu sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Baca Juga: Apa Saja Keutamann Puasa Nisfu Syaban? Simak Tata Cara, Jadwal, dan Amalan yang Dianjurkan

Makna Puasa Menurut Al-Qur’an

Tujuan utama puasa sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an adalah membentuk ketakwaan.

Puasa tidak berhenti pada menahan lapar dan dahaga, tetapi menjadi latihan spiritual untuk mengendalikan hawa nafsu serta memperbaiki akhlak.

Para ulama tafsir menjelaskan bahwa ketakwaan mencakup ketaatan menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.

Oleh sebab itu, puasa Ramadan seharusnya tercermin dalam perilaku sehari-hari, baik melalui tutur kata yang terjaga maupun perbuatan yang mencerminkan nilai-nilai Islam.

Baca Juga: Kenapa Ramadan 2026 Versi Muhammadiyah Dimulai 18 Februari? Simak Penjelasannya

Ayat Al-Qur’an tentang Waktu Pelaksanaan Puasa Ramadan

Ketentuan waktu puasa Ramadan dijelaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 185. Allah SWT berfirman:

“Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia… Barang siapa di antara kamu menyaksikan bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa.”

(QS. Al-Baqarah: 185)

Ayat ini menegaskan bahwa puasa dilaksanakan khusus pada bulan Ramadan.

Selain itu, Allah SWT juga memberikan keringanan bagi orang yang sakit atau sedang dalam perjalanan untuk mengganti puasa di hari lain, sebagai bentuk kasih sayang dan kemudahan dalam syariat Islam.

Baca Juga: Puasa Ayyamul Bidh Apakah Harus 3 Hari? Simak Hukum, Jadwal, dan Bacaan Niatnya

Hikmah Puasa Ramadan dalam Perspektif Al-Qur’an

Puasa Ramadan mengandung hikmah yang luas, baik secara individu maupun sosial.

Dengan merasakan lapar dan dahaga, seorang Muslim diajak untuk lebih peka terhadap kondisi kaum dhuafa dan mereka yang hidup dalam kekurangan.

Al-Qur’an mengajarkan bahwa ibadah tidak hanya berdampak pada hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga memperkuat hubungan sosial.

Oleh karena itu, Ramadan identik dengan peningkatan zakat, infak, dan sedekah sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap sesama.

Puasa Ramadan sebagai Wujud Kepedulian Sosial

Nilai puasa Ramadan akan semakin sempurna ketika diiringi dengan kepedulian sosial.

Menunaikan zakat fitrah, membantu fakir miskin, serta berbagi rezeki menjadi implementasi langsung dari pemahaman ayat-ayat Al-Qur’an tentang puasa, sekaligus memperkuat solidaritas umat di bulan suci Ramadan.


Berita Terkait


News Update