Tujuan utama puasa sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an adalah membentuk ketakwaan.
Puasa tidak berhenti pada menahan lapar dan dahaga, tetapi menjadi latihan spiritual untuk mengendalikan hawa nafsu serta memperbaiki akhlak.
Para ulama tafsir menjelaskan bahwa ketakwaan mencakup ketaatan menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.
Oleh sebab itu, puasa Ramadan seharusnya tercermin dalam perilaku sehari-hari, baik melalui tutur kata yang terjaga maupun perbuatan yang mencerminkan nilai-nilai Islam.
Baca Juga: Kenapa Ramadan 2026 Versi Muhammadiyah Dimulai 18 Februari? Simak Penjelasannya
Ayat Al-Qur’an tentang Waktu Pelaksanaan Puasa Ramadan
Ketentuan waktu puasa Ramadan dijelaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 185. Allah SWT berfirman:
“Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia… Barang siapa di antara kamu menyaksikan bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa.”
(QS. Al-Baqarah: 185)
Ayat ini menegaskan bahwa puasa dilaksanakan khusus pada bulan Ramadan.
Selain itu, Allah SWT juga memberikan keringanan bagi orang yang sakit atau sedang dalam perjalanan untuk mengganti puasa di hari lain, sebagai bentuk kasih sayang dan kemudahan dalam syariat Islam.
Baca Juga: Puasa Ayyamul Bidh Apakah Harus 3 Hari? Simak Hukum, Jadwal, dan Bacaan Niatnya
Hikmah Puasa Ramadan dalam Perspektif Al-Qur’an
Puasa Ramadan mengandung hikmah yang luas, baik secara individu maupun sosial.
