POSKOTA.CO.ID - Pameran otomotif Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) 2026 resmi dibuka hari ini 5 Februari hingga 15 Februari 2026 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta.
Presiden Direktur Dyandra Promosindo Daswar Marpaung mengatakan bahwa IIMS adalah ruang kolaborasi yang menyatukan produsen, pelaku industri dan usaha dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.
“Kami ingin menghadirkan platform yang mendorong inovasi teknologi, pengembangan elektrifikasi, dan komitmen keberlanjutan”, katanya dalam pembukaan ceremony IIMS 2026 di JIExpo Kemayoran Kamis, 5 Februari 2026.
Daswar menyebutkan bahwa jumlah brand mobil yang mengikuti IIMS 2026 meningkat menjadi 35 merek dari sebelumnya hanya 32 merek pada 2025.
Baca Juga: Suzuki Tebar Tiket Gratis IIMS 2026, Cukup Servis Kendaraan di Bengkel Resmi
Sementara itu untuk brand sepeda motor juga bertambah dari 24 menjadi 26 brand.
Dyandra Promosindo membidik transaksi Rp8 triliun di IIMS 2026, atau sama seperti capaian pada gelaran IIMS tahun sebelumnya.
Ceremony IIMS 2026 juga dihadiri Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.
Agus Gumiwang dalam penyampaiannya mengatakan harapannya bukan ekonomi yang menarik industri namun industri yang menarik ekonomi.
“Semoga pertumbuhan manufaktur kembali berada di atas pertumbuhan ekonomi karena seharusnya seperti itu. Rata-rata utilisasi industri manufaktur masih ada di angka 61,80, kita harus terus upaya meningkagkan agar at least” katanya saat pembukaan ceremony IIMS 2026 di JIExpo Kemayoran.
“Paling rendah bisa 70 persen dan itu banyak sekali faktor dan langkah yang bisa kita lakukan”, tambahnya.
Terdapat 41 pabrikan berkapasitas hampir 2,6 juta unit per tahun. Roda 2 dan Roda 3 memiliki 82 pabrikan dengan kapasitas produksi 11,2 juta unit per tahun.
“Sektor otomotif adalah sektor yang besar. Dalam konteks pasar di asean, Indonesia tetap pertahankan terdepan sebanyak 265 ribu di 2024”, ujarnya.
Baca Juga: SUV Terbaru Hyundai Siap Muncul di IIMS 2026, Ini Bocoran Model dan Aktivitasnya
Menurutnya pasar otomotif nasional belum sepenuhnya kokoh, masih terdapat sejumlah tantangan, terutama dari sisi pembiayaan, dinamika global hingga ketersediaan rantai pasok.
"Proyeksi penjualan mobil nasional pada tahun ini 850.000 unit dari total kapasitas produksi sekitar 2,6 juta unit. Ini angka konservatif dan mudah-mudahan akan bisa tercapai, bahkan melebihi target tersebut," ujarnya.
