Dari keterangan warga dan hasil penelusuran awal, terungkap dugaan pemicu di balik aksi nekat bocah kelas IV SD tersebut.
Korban disebut mengalami kekecewaan mendalam karena tidak dibelikan buku tulis dan pulpen untuk keperluan sekolah.
Hal yang tampak sepele bagi sebagian orang dewasa itu diduga menjadi tekanan berat bagi korban.
Kondisi ekonomi, kurangnya pendampingan emosional, serta keterbatasan perhatian keluarga disebut-sebut memperburuk situasi psikologis anak tersebut.
Sementara itu. Pemerintah turut menyampaikan duka cita atas peristiwa tersebut.
Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengaku, prihatin atas meninggalnya bocah sekolah dasar di NTT itu.
Gus Ipul menegaskan, tragedi tersebut tidak boleh dipandang sebagai peristiwa biasa, melainkan harus menjadi perhatian dan evaluasi bersama seluruh elemen masyarakat.
"Tentu kita prihatin dulu ya, turut berduka. Yang kedua, ya tentu ini menjadi perhatian, menjadi atensi kita bersama," kata Gus Ipul memberikan keterangan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Lantas, apa isi surat anak SD yang bunuh diri di NTT? Berikut informasi lengkapnya.

Isi Surat Anak SD Bunuh Diri di NTT Apa?
Berikut bunyi surat korban dalam bahasa Ngada yang tersebar luas di media sosial.
KERTAS TII MAMA RETI
