POSKOTACOID - Apakah Gerhana Matahari Cincin pada 17 Februari 2026 mendatang dapat dilihat dari Indonesia? Simak informasi selengkapnya berikut ini.
Dalam waktu dekat, akan ada fenomena astronomi yang akan kembali menghiasi langit di sejumlah wilayah yang ada di berbagai belahan bumi.
Gerhana Matahari Cincin akan menjadi Gerhana Matahari pertama yang berlangsung pada tahun ini dengan pemandangan cincin api yang dinilai akan terlihat sangat fantastis.
Apa Itu Gerhana Matahari Cincin?
Mengutip dari Time and Date, kata cincin dalam Gerhana Matahari ini berasal dari bahasa Latin "annular" atau "annulus". Kata tersebut merujuk pada cincin api yang menjadi ciri khas Gerhana Matahari.
Jika cincin api terlihat berdasarkan titik tergelapnya, bahkan hanya dari satu lokasi, maka gerhana tersebut disebut sebagai Gerhana Matahari Annular atau cincin.
Menurut NASA, Gerhana Matahari Cincin terjadi saat bulan lewat di antara Matahari dan Bumi ketika berada pada atau mendekati titik terjauhnya dari Bumi.
Baca Juga: Kisah Penjual Sayur Chen Shu-chu, Masuk Daftar “48 Heroes of Philanthropy” Forbes Asia
Posisi Bulan yang lebih jauh dari Bumi ini akan membuatnya nampak lebih kecil dari Matahari sehingga tidak dapat menutupi Matahari dengan sepenuhnya.
Hal ini lah yang kemudian membuat Bulan terlihat seperti piringan gelap yang berada di atas piringan Matahari yang lebih besar dan terang sehingga Matahari tampak seperti cincin di sekitar Bulan.
Tahapan Gerhana Matahari Cincin
Dilansir dari Time and Date, ada lima tahapan Gerhana Matahari Cincin yang akan terjadi, yakni:
- Gerhana sebagian: Siluet Bulan mulai terlihat di depan cakram Matahari. Matahari tampak seperti telah digigit.
- Gerhana total, atau annularitas: Cincin api muncul selama beberapa detik tepat saat annularitas dimulai.
- Gerhana maksimum : Bulan menutupi bagian tengah cakram Matahari.
- Berakhirnya annularitas: Bulan mulai menjauh dari cakram Matahari.
- Gerhana parsial berakhir: Bulan berhenti tumpang tindih dengan cakram Matahari. Gerhana berakhir pada tahap ini.w
