Viral Anak SD di NTT Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku, Gubernur Banten: Saya Sangat Prihatin

Selasa 03 Feb 2026, 19:32 WIB
Gubernur Banten, Andra Soni saat menghadiri anugerah penghargaan kepada sejumlah tokoh berpengaruh oleh INDOPOSCO di Jakarta Barat, Selasa, 3 Februari 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

Gubernur Banten, Andra Soni saat menghadiri anugerah penghargaan kepada sejumlah tokoh berpengaruh oleh INDOPOSCO di Jakarta Barat, Selasa, 3 Februari 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

Lebih lanjut, Andra Soni mengklaim sebanyak 65 ribu pelajar di Banten telah menikmati program sekolah gratis yang disiapkan Pemprov itu.

"Dan insyaallah tahun ini akan bertambah jumlahnya dan juga rencana kita memperluas sampai dengan satuan pendidikan Aliyah insyaallah," ucap Andra.

"Mudah-mudahan permasalahan pendidikan perlahan-perlahan kita urai karena ini merupakan investasi jangka panjang," katanya.

Baca Juga: 34 KK Korban Longsor Cisarua Masih Bertahan di Pengungsian Menunggu Relokasi

Menurutnya, pendidikan merupakan kebutuhan yang layak dikonsumsi oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa pandang bulu. Disisi lain, ia juga menilai pendidikan sebagai investasi jangka panjang.

"Jadi pendidikan bukan hanya sekedar konsumsi, tapi pendidikan juga merupakan investasi," ujar dia.

Diketahui, siswa kelas IV sekolah dasar (SD) Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur itu, putus asa dengan kondisi yang dia alami setelah meminta uang Rp10 ribu kepada orangtuanya, namun tidak diberikan karena tidak mempunyai uang.

Akhirnya, siswa tersebut diduga bunuh diri dengan meninggalkan berkas yakni berupa tulisan di kertas untuk orangtuanya.

Kasus meninggalnya siswa di NTT diduga akibat bunuh diri karena tidak mampu membeli peralatan sekolah itu tentu menjadi perhatian serius bagi pemerintah. (pan)


Berita Terkait


News Update