Seorang Pekerja Bangunan Tewas Gantung Diri di Cakra Limo Depok

Selasa 03 Feb 2026, 18:59 WIB
Petugas Inafis Polres Metro Depok melakukan pemeriksaan terhadap jasad korban yang meninggal akibat gantung diri. (Sumber: Dok. Polsek Cinere)

Petugas Inafis Polres Metro Depok melakukan pemeriksaan terhadap jasad korban yang meninggal akibat gantung diri. (Sumber: Dok. Polsek Cinere)

DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Seorang asisten pekerja bangunan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan cara gantung diri di kawasan Perumahan Wisma Cakra, Kecamatan Limo, Depok pada Selasa, 3 Februari 2026.

Kapolsek Cinere, Kompol Chairul Saleh membenarkan kejadian ini, dimana korban diketahui berinisial M, 44 tahun, warga Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Ia mengatakan, korban ditemukan pertama kali ditemukan rekan kerjanya sekitar pukul 10.00 WIB, sudah dalam kondisi tak bernyawa karena gantung diri di balok beton menggunakan tali.

Petugas yang menerima laporan langsung diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Berdasarkan pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jasad korban.

Baca Juga: Kemenkes Imbau Kewaspadaan Virus Nipah, Warga Harap Pengawasan Pintu Masuk Diperketat

"Piket Reskrim dan Inafis Polres Metro Depok melakukan olah TKP dan pemeriksaan jasad korban tidak ditemukan kekerasan. Tanda-tanda sama dugaan korban mengakhiri hidup dengan gantung diri,"  ujar Chairul Saleh kepada Poskota, Selasa, 3 Februari 2026.

Adapun berdasarkan keterangan rekan kerja sesama pekerja bangunan, selama ini korban tidak pernah bercerita apapun terkait masalah yang pribadinya.

"Kata informasi teman-teman kerjanya korban tidak pernah cerita ada masalah dalam keluarga. Selama ikut kerja bangunan korban selalu ceria tanpa ada beban yang dipikirkan," katanya.

Baca Juga: Rumah Kosong di Menteng Dibobol, Polisi Amankan Pelaku dan Penadah

Chairul Saleh menjelaskan, berdasrkan istri korban berinisial FW, korban terakhir kali berkomunikasi dengan keluarga pada September 2025 lalu.

“Setelah itu korban ganti nomor hp dan atas pengakuan istrinya bahwa suaminya pernah ada punya masalah dengan mantan bosnya di bulan Mei 2025," ungkap Chairul Saleh.

Lebih lanjut, pihak keluarga disebutkan telah membuat surat pernyataan menerima kabar meninggalnya korban sebagai musibah dan menolak proses autopsi.

Baca Juga: Buntut Sentilan Presiden, Pemkab Bogor Tertibkan 382 Spanduk Iklan di Hambalang

"Istri korban telah  menerima kematian korban sebagai musibah dan tidak bersedia dilakukan otopsi. Setelah dimandikan korban sama pihak keluarga akan dibawa ke Ngawi, Jawa Timur untuk dimakamkan," ujarnya. (ang)


Berita Terkait


News Update