POSKOTA.CO.ID - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), mengingatkan pemerintah untuk memastikan ketersediaan bahan pokok pangan dalam jumlah memadai menjelang bulan Ramadan 1447 hijriah.
Hal itu perlu dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat dan dunia usaha.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang menilai tren tahunan menunjukkan permintaan kebutuhan pangan seperti beras, daging, ikan, telur, gula, tepung, cabai, bawang, buah-buahan, hingga sayuran meningkat signifikan menjelang puasa dan Idulfitri.
Kenaikan permintaan tersebut bisa mencapai tiga hingga empat kali lipat dibandingkan hari normal.
“Lonjakan permintaan ini harus diimbangi dengan stok yang berlimpah agar psikologi pasar tetap terjaga dan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau masyarakat,” ujar Sarman kepada Poskota, Selasa, 3 Februari 2026.
Sarman menilai, peran pemerintah menjadi krusial untuk menjaga keseimbangan antara permintaan dan pasokan.
Oleh karena itu, Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan diminta segera memperkuat koordinasi sekaligus membuka data stok pangan secara transparan.
“Ketersediaan di lapangan maupun di gudang harus benar-benar nyata. Jangan sampai ada isu stok terbatas karena itu bisa memicu respons negatif pasar dan memicu lonjakan harga,” ucap Sarman.
Sarman juga menekankan pentingnya perhitungan yang matang berbasis data akurat, terlebih di tengah meningkatnya kebutuhan rutin dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
