Berdasarkan data pemerintah, saat ini terdapat lebih dari 22 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani sekitar 60 juta penerima manfaat.
“Untuk satu SPPG saja, kebutuhan daging ayam bisa mencapai 200 sampai 350 kilogram per hari, daging sapi sekitar 20 sampai 25 kilogram, dan telur bisa mencapai 1.500 hingga 3.000 butir setiap hari,” jelasnya.
Sarman menambahkan, kondisi tersebut membuat kebutuhan pangan tahun ini tidak bisa disamakan dengan periode Ramadan dan Idulfitri tahun sebelumnya. Jika pasokan tersendat, sejumlah komoditas strategis berpotensi mengalami gejolak harga.
“Ketersediaan daging, gula, bawang, telur, minyak goreng, dan bahan pokok lainnya harus dicek secara cermat di seluruh Indonesia, termasuk memastikan jalur distribusinya berjalan lancar,” ucapnya.
Sebagai langkah antisipasi, kata Sarman, Kadin mendorong pemerintah untuk menggelar operasi pasar di berbagai daerah setidaknya dua pekan sebelum Idulfitri 1447 Hijriah.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memberi sinyal positif kepada pasar.
“Jika kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi, konsumsi rumah tangga akan tumbuh positif dan ini bisa memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 yang diharapkan di atas 5 persen,” pungkasnya.
