Di akhir masa jabatannya, Jeffrey juga aktif di berbagai lembaga strategis. Ia tercatat sebagai anggota Komite Perdagangan dan Penyelesaian Transaksi Sekuritas BEI pada periode 2019-2020.
Selain itu, ia menjadi bagian dari Manajemen Asosiasi Perusahaan Sekuritas Indonesia (APEI) di bidang Perdagangan Sekuritas pada 2020-2022.
Tak hanya itu, sejak 2021 Jeffrey Hendrik juga tergabung dalam Gugus Tugas Keuangan Berkelanjutan OJK. Pengalamannya semakin lengkap ketika ia ditunjuk sebagai Direktur Pengembangan Bisnis BEI melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 29 Juni 2022.
Baca Juga: Iman Rachman BEI Mundur di Tengah Tekanan IHSG, Ini Profil dan Perjalanan Karirnya di Dunia Keuangan
Kronologi Anjloknya IHSG dan Dampaknya
Krisis di pasar modal tidak hanya berdampak pada BEI. Empat pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut mengundurkan diri, yakni Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Wakil Ketua Mirza Adityaswara, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Inarno Djajadi, serta Deputi Komisioner I.B. Aditya Jayaantara.
Huru-hara IHSG bermula pada 27 Januari 2026 saat MSCI memberlakukan pembekuan sementara terhadap seluruh perubahan indeks pasar Indonesia. Keputusan ini diambil setelah MSCI menemukan dua persoalan utama.
Masalah pertama berkaitan dengan transparansi struktur kepemilikan saham yang dinilai belum memenuhi standar keterbukaan internasional.
Sementara itu, masalah kedua adalah indikasi coordinated trading behavior atau perilaku perdagangan terkoordinasi pada sejumlah saham tertentu, yang dinilai memengaruhi kewajaran valuasi pasar.
