POSKOTA.CO.ID - Terdapat perubahan pada pimpinan BEI (Bursa Efek Indonesia). Setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam, Direktur Utama BEI Iman Rachman resmi mengundurkan diri dari jabatannya.
Sebagai langkah cepat, BEI menunjuk Jeffrey Hendrik sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI.
Pengunduran diri Iman Rachman disebut sebagai bentuk tanggung jawab pribadi atas dinamika pasar yang terjadi. Ia menilai perubahan signifikan di pasar modal membutuhkan sikap profesional dan keputusan tegas dari pimpinan bursa.
Baca Juga: Presdir BEI Iman Rachman Mengundurkan Diri, Ini Akun IG dan Harta Kekayaannya
Penunjukan Jeffrey Hendrik sebagai Pjs Dirut BEI
BEI bergerak cepat untuk menjaga stabilitas pasar dengan menunjuk Jeffrey Hendrik sebagai Pjs Direktur Utama. Penunjukan ini dilakukan di tengah tekanan pasar dan sorotan investor global terhadap tata kelola pasar modal Indonesia.
Tugas awal yang langsung diemban Jeffrey Hendrik adalah melakukan pertemuan dengan penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Pertemuan tersebut bertujuan untuk membahas dan menyelesaikan sejumlah isu krusial, khususnya yang berkaitan dengan transparansi kepemilikan saham dan tata kelola free float.
Latar Belakang Pendidikan dan Awal Karier Jeffrey Hendrik
Berdasarkan informasi dari laman resmi BEI yang dilansir Poskota pada, 3 Februari 2026, Jeffrey Hendrik merupakan lulusan Sarjana Ekonomi dari Universitas Trisakti pada 1995. Menariknya, satu tahun sebelum menyelesaikan pendidikannya, ia sudah memulai karier profesional di PT Zone Pratama.
Karier awalnya di perusahaan tersebut berlangsung selama dua tahun hingga 1996. Setelah itu, Jeffrey bergabung dengan PT Transpacific Securindo sebagai Corporate Finance dan bekerja di sana hingga 1999.
Baca Juga: Iman Rachman Mundur dari Kursi Dirut BEI Usai IHSG Tertekan Dua Hari Beruntun
Perjalanan Panjang di Dunia Pasar Modal
Nama Jeffrey Hendrik semakin dikenal setelah dipercaya menjabat sebagai Direktur Utama PT Phintraco Sekuritas. Posisi tersebut diembannya selama 23 tahun, sejak 1999 hingga 2022, menjadikannya salah satu figur berpengalaman di industri pasar modal nasional.
