POSKOTA.CO.ID - Sebagai salah satu figur publik Indonesia yang tumbuh sejak kecil di dunia hiburan, Nia Ramadhani tak pernah lepas dari sorotan.
Reputasinya sebagai aktris cilik, paras blasteran yang mencolok, serta kehidupan rumah tangganya bersama keluarga Bakrie membuat namanya terus diperbincangkan publik.
Berikut ini fakta keluarga dan perjalanan hidup Nia Ramadhani secara lengkap, berdasarkan informasi yang telah dipublikasikan oleh sumber terpercaya dan pernyataan langsung sang aktris.
Baca Juga: Link Video Kakak Manset Hitam Sok Imut Ramai Diburu, Waspada Link Clickbait!
1. Lahir di Jakarta dengan Darah Norwegia–Sunda
Nia Ramadhani lahir dengan nama Prianti Nur Ramadhani pada 16 April 1990 di Jakarta. Ia merupakan putri pasangan Priya Ramadhani dan Chanty Mercia. Sang ayah, yang telah meninggal dunia, memiliki garis keturunan Norwegia. Sementara ibunya berasal dari darah Sunda.
Kombinasi tersebut membuat penampilan Nia sejak kecil begitu mencuri perhatian. Ia tumbuh dengan paras kebulean yang menjadi ciri khasnya hingga kini.
2. Dibesarkan oleh Seorang Single Mom
Perceraian orang tua menjadi bagian penting perjalanan hidup Nia. Ketika berusia empat tahun, ia harus menerima kenyataan bahwa kedua orang tuanya berpisah. Sejak itu Nia tinggal bersama sang ibu dan menjalani masa kecil dengan kondisi ekonomi yang tidak selalu stabil.
Dalam berbagai kesempatan, Nia mengakui bahwa ia bekerja sebagai artis cilik bukan hanya karena minat, tetapi juga untuk membantu kebutuhan keluarga. “Saya kecil harus bantu mama, kehidupan nggak gampang waktu itu,” ungkapnya dalam wawancara terdahulu.
3. Tumbuh dalam Keluarga dengan Latar Belakang Agama yang Beragam
Keunikan lain dari keluarga besar Nia adalah keberagaman keyakinan. Meski orang tuanya beragama Islam, neneknya Hannah Louise Poulan merupakan pemeluk Kristen. Hubungan keluarga besar tetap harmonis dan penuh toleransi.
Pada 24 Januari 2025, Nia datang ke pemakaman sang nenek di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Ia bahkan ikut menyanyikan lagu rohani “Pertemuan di Udara”, sebuah permintaan terakhir dari almarhumah. Sebelum itu ia terlebih dulu meminta izin kepada suami karena perbedaan keyakinan.
Nia berkata, “Kita juga walaupun beragama beda, tapi saya tidak keberatan dengan apa yang oma minta. Kita disuruh hapalin lagu buat besok dinyanyiin,” ujarnya.
