TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Sebanyak 4.352 kepala keluarga (KK) di sejumlah wilayah di Kabupaten Tangerang masih tertahan di pengungsian selama banjir.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangerang, Achmad Taufik menyampaikan, banjir melanda empat kecamatan dan 17 kelurahan dengan ketinggian hingga 50 cm.
"Alhamdulillah dari total 27 wilayah kecamatan, kini tinggal tersisa empat kecamatan yang masih terendam banjir dan sisanya sudan kembali surut," kata Taufik, Senin, 2 Februari 2025.
Banjir Disebabkan Hujan Deras
Empat kecamatan tersebut, di antaranya Mekar Baru, Kronjo, Kresek, dan Gunung Kaler. 258 KK berasal dari Desa Pasir Ampo, Desa Koper 150 KK, dan Patrasana 50 KK di Kresek.
Baca Juga: Heboh Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Digosipkan Cerai, Asli Atau Hoax?
Sementara itu, pengungsi di Kecamatan Gunung Kaler terbagi di Desa Kedung 220 KK, Gunung Kaler 173 KK, Kandawati 640 KK, Carenang 153 KK, Talok 15 KK, dan Kelor 14KK.
"Kalau di Kecamatan Kronjo di Desa Muncang 27KK, Pasilian 301KK, Cirumpak 250 KK, Pagedangan Ilir 1115KK, dan Pagedangan Udik 645KK. Dan di Kecamatan Mekar Baru terdapat di Desa Jenggot 179KK, Mailiwis 12KK, dan Kedaung 150KK," ujarnya.
Banjir yg terjadi di wilayah Tangerang sebagaian besar disebabkan curah hujan deras dan luapan Sungai Cidurian serta Cimanceuri.
"Faktor utamanya, curah hujan tinggi dan meluapnya air sungai yang ada di sekitar pemukiman warga. Semoga, banjir bisa segera surut. Kalau logistik Alhamdulillah lancar dan dipastikan tersalurkan semua kepada masyarakat yang terdampak banjir," tuturnya.
